Developer game League of Legenda, Riot, telah ungkapkan rencananya mengenai sistem anti cheat terbaru.

Melalui blognya, Riot menjelaskan seluk beluk anti cheat terbaru dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi League of Legends  beserta game lainnya di masa depan.

“Tim anti-cheat telah dipaksa untuk memainkan game ini [LoL] dari tingkat pengguna dan secara efektif memberikan penanganan yang sangat dibutuhkan,” tulis Riot dalam sebuah posting blog.



Riot memilih untuk menggunakan drive kernel. Kernel adalah program komputer yang merupakan inti dari sistem operasi komputer. Dengan kata lain, driver kernel adalah bentuk perlindungan tertinggi untuk setiap game, atau perangkat lunak.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pengembang cheat telah mulai memanfaatkan kerentanan verifikasi Windows untuk menjalankan aplikasi mereka di tingkat kernel,” tulis Riot. “Masalah ini muncul dari fakta bahwa eksekusi kode dalam mode-kernel dapat mempengaruhi sistem yang kita andalkan untuk mengambil data.”

Pada saat ini, banyak cheat yang berjalan pada level privilege yang lebih tinggi daripada sistem anti-cheat Riot. Perangkat keras khusus telah digunakan untuk membaca dan memproses sistem dengan sempurna dan tidak terdeteksi oleh Riot.

Untuk mengatasi masalah ini, Riot akan memanfaatkan driver kernel. Ini seharusnya dapat menghentikan cheat dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk LoL dan game Riot lainnya.

Beberapa sistem anti-cheat pihak ketiga  seperti EasyAntiCheat, Battleye, dan Xigncode 3 masing-masing menggunakan driver kernel untuk melindungi gamenya, dan Riot akan mengikuti tren tersebut.

BACA JUGA: Demi hindari penyebaran virus Corona, League of Legends Champions Korea digelar tanpa penonton