Divisi League of Legends (LoL) Team Liquid saat ini tengah menghadapi kemungkinan tidak bisa diperkuat oleh tiga pemain mereka pada awal turnamen League of Legends Championship Series (LCS) Spring Split 2020.
Hal ini diungkapkan oleh pemilik Team Liquid, Steve Arhancet, melalui unggahan di akun Twitter-nya dengan mengumumkan bahwa penundaan visa untuk pemain seperti jungler Mads “Broxah” Brock-Pedersen, pelatih kepala Jang “Cain” Nu-ri, dan jungler akademi Shern “Shernfire” Cheng Tai, saat ini sedang berlangsung tanpa ada jalan keluar.
“Hal ini sangat mengecewakan karena ada penundaan proses visa untuk Cain, Broxah, dan Shernfire. Kami berharap mereka semua bisa ikut bertanding di awal musim, meski mungkin hal itu tidak akan terjadi,” tulis Arhancet.
Penundaan visa ini sangat disayangkan oleh Team Liquid karena akan membuat persiapan mereka untuk menghadapi LCS Spring Split 2020 yang akan segera dimulai pada 25 Januari 2020 menjadi terhambat atau bahkan berantakan.
Permasalahan visa ini bukan sesuatu yang langka terjadi di dunia esports. Beberapa kasus sempat membuat tim yang memiliki kesempatan berkompetisi di level tertinggi menjadi batal.
Bahkan Federasi Esports Jerman beberapa waktu lalu sudah akan segera merealisasikan rencana pemberian visa khusus bagi para atlet esports yang akan bertanding di negaranya.
BACA JUGA: Alpha X Hashtag resmi bubar
