Setelah Divisi Dota 2 gagal juara di The International 2019 (TI9), kabar baik didapat Team Liquid dari tim League of Legends mereka setelah sukses menjuarai League of Legends Championship Series (LCS) Summer Split Finals 2019.
Bertempat di Little Caesars Arena, Detroit, Amerika Serikat, Minggu (25/8/2019), Team Liquid sukses menjadi juara setelah di partai puncak mengalahkan Cloud9 dengan skor 4-1 dalam laga berformat best-of-seven (BO7).
Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Team Liquid sukses mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mampu menjuarai empat turnamen LCS berturut-turut sepanjang sejarah.
Salah satu penentu kemenangan Team Liquid atas Cloud9 adalah pertempuran di jalur bot. Kehadiran para pemain seperti Zachary “Sneaky” Scuderi di kubu Cloud9 dan Yiliang “Doublelift” Peng di Team Liquid telah menghadirkan salah satu pertarungan paling hebat di babak playoff LCS Summer Split Finals 2019.
Team Liquid memenangi partai final dengan penampilan hebat. Pada game pertama mereka sukses meraih kemenangan dengan mengendalikan pertandingan sejak awal setelah memenangi beberapa pertarungan tim yang sangat penting.
Mantan mid-laner Cloud9 yang kini bermain untuk Team Liquid, Nicolaj “Jensen” Jensen, sukses membongkar pertahanan mantan timnya itu dengan penggunaan ultimate-nya yang brilian hingga menjatuhkan dua lawan.
Doublelift dan Jung “Impact” Eon-yeong pun sukses melanjutkan momentum ini dengan mendapatkan kill mereka sendiri di jalur tengah dan atas yang menjadi kunci kemenangan mereka di game pertama.
Sementara di game kedua, Jungler Team Liquid, Jake “Xmithie” Puchero, yang memilih champion Skarner sukses menyulitkan permainan Cloud9 di bottom dan mid lane sebelum Doublelift mengalihkan perhatian lawan ke top lane dan memenangi peperangan tim untuk mengamankan poin kedua.
Pada game ketiga, kolaborasi Jensen dan Doublelift sukses menjatuhkan para pemain Cloud9 di mid lane. Namun, Cloud9 mampu membalas dengan beberapa kemenangan dalam peperangan tim.
Selain itu kombinasi pengendalian hutan di jalur tengah ternyata terlalu sulit untuk diatasi Team Liquid. Setelah mendapatkan tambahan emas dengan menghabisi Baron, Cloud9 sukses mengambil game tiga dengan mudah.
Momentun kemenangan Cloud9 ini sukses dilanjutkan ketika Eric “Licorice” Ritchie mendapatkan first blood berkat kesalahan fatal dari Impact. Namun, Team Liquid langsung merespons dengan mengambil tower mid lane, hingga beberapa pertempuran tim menguntungkan mereka untuk mengamankan kemenangan di game ketiga.
Sementara pada game keempat, Cloud9 yang sempat menjatuhkan para pemain Team Liquid disekitar Baron membuat mereka berpikir bisa mendapatkan kembali momentum mereka untuk meraih kemenangan.
Namun, TeamLiquid justru berhasil kembali meraih kemenanan setelah beberapa pepeangan di mid lane.
Dengan kedudukan 3-1 untuk Team Liquid, game kelima kelima menjadi penentu bagi mereka untuk memastikan gelar juara.
Game lima dimulai dengan first blood untuk Team Liquid sekaligus meredakan tekanan dari Cloud9 di awal laga. Team Liquid sukses melanjutkan momentum tersebut dengan mengungguli Cloud9 dalam perolehan gold mengambil kepemimpinan emas awal atas Cloud9.
Doublelift sukses melanjutkan dominasinya setelah mendapatkan kill penting di mid lane dan mendapatkan tower lawan. Setelah mendapatkan kemenangan di peperangan terakhir di dekat Baron, Team Liquid sukses memastikan diri sebagai juara LCS Summer Split Final 2019.