Hasrat Cloud9 untuk meraih prestasi terbaik di cabang League of Legends tinggal selangkah lagi. Mereka baru saja berhasil mengalahkan CLG dan menapaki partai puncak North America League of Legends Championship Series (LCS) 2019 summer split.

Cloud9 sebenarnya adalah tim langganan di playoff LCS. Pada turnamen LCS Spring lalu mereka finis peringkat ketiga. Sedangkan pada edisi summer tahun lalu Cloud9 menjadi runnerup.

Meski begitu asa untuk menjadi juara pertama kerap terhadang. Terakhir kali Cloud9 menjadi juara LCS adalah pada tahun 2014.

Cloud9 sempat diragukan karena kehilangan salah satu core terbaik mreka, Nicolaj “Jensen”. Tapi penggantinya Yassin “Nisqy” Dincer ternyata tak mengecewakan.

CLG bukan lawan mudah bagi Cloud9. Ini adalah pertama kalinya mereka mencapai playoff bahkan semifinal sejak 2017. CLG juga berhasil membungkam salah satu tim unggulan, OpTic Gaming pekan lalu. Namun, kapasitas Cloud9 terlalu bagus buat CLG.

Cloud9 berhasil memenangi semifinal dengan skor 3-1 pada mode game of five. Game pertama berlangsung 30 menit yang mana Cloud9 memperlihatkan kontrol dan melakukan tekanan yang lebih baik. Mereka unggul 1-0. Game kedua pun tak memberikan masalah bagi mereka.

Ketika Cloud9 tinggal memenangi satu game lagi, CLG malah tampil apik. Performa apik Tristan “PowerOfEvil” Schrage membuat CLG mengambil game ketiga.

CLG punya hasrat besar untuk menyamakan kedudukan dan langsung agresif di early game. Tapi respons Cloud9 dengan strategi lewat sayap dan fight yang efektif, membuat asa comeback CLG pupus.