Pernahkah kalian mendengar istilah META Healer Free Fire? Mungkin tak banyak pemain yang pernah mendengar hal tersebut. Namun, secara tak sadar kalian mungkin pernah di dalam permainan memakai karakter berikut ini.
Istilah META Healer Free Fire lebih merujuk atau mengarah kepada cara pemain memakai karakter atau skill karakter yang berhubungan dengan pemulihan HP (healer). Di dalam permainan Free Fire ada berbagai item pemulih/penambah HP.

Namun, karakter bertipe Healer lebih memberikan dampak terhadap prosesnya. Misalnya memberikan HP tanpa item seperti Medkit hingga Inhaler.
Garena sadar akan pentingnya hal tersebut dan META Healer Free Fire pun akan semakin kuat terlebih di patch terbaru terhadap beberapa Healer.
Potensi besar META Healer Free Fire di FFML Season 8 menurut RRQ Ady, perbandingan Thiva & Kapella

Bersama ONE Esports, RRQ Ady membahas tentang perubahan terhadap beberapa karakter Healer di Free Fire seperti Thiva, Olivia dan Kapella.
Menurut Ady, perubahan skill Thiva berdampak besar karena efek skillnya, membuat pemain dibangkitkan dengan cepat.
Karakter Thiva dengan skill “Vital Vibes” mempercepat proses revive teman sebesar 70% dan teman yang sukses di-revive akan mendapatkan 100HP dalam 3 detik.
“Bicara soal Thiva, terkait dengan proses revive. Normalnya untuk proses revive itu sekitar 2-2,5 detik atau sekitar 2-3 detik kita anggap seperti itu. Nah, 70% efek dari skill Thiva menurut saya bukanlah dampak yang kecil. Dengan 2,5 detik dipangkas sebesar 70% pengguna Thiva bisa me-revive teman hanya dengan 1 detik saja,” ucap Ady eksklusif.

“Dampaknya se-krusial itu, bayangkan 1 detik untuk reload senjata misalnya Trogon itu 1-3 detik. Dengan Thiva, pemain yang sudah di-knock sudah bisa bangkit saat misalnya kita masih kondisi reload senjata.”
- Mengenal karakter Sonia Free Fire, hantam lawan lewat kesempatan kedua!
- 3 Dampak perubahan sistem Gloo Wall Free Fire terhadap gameplay
Ady menambahkan jika sebenarnya META Healer Free Fire dengan Thiva sudah pernah ia terapkan saat masih melatih RANS Esports. Ady menilai, selain berfungsi untuk menyerang atau pasukan penyerang, dalam sebuah tim pasukan ‘medis’ diperlukan.
“Kalau dikombinasikan dengan skill Dimitri, waktu itu saya pernah pakai Thiva, Olivia, Dimitri saat masih melatih di RANS. Jadi, kondisinya begini kalau dianalogikan misalnya dari segi peperangan, selain penyerang pasti ada tim medis,” tambah dia.

“Bukan mau mengklaim soal Healer itu saya yang inisiasikan, tapi menurut saya kembali lagi karakter itu worthed atau engga kembali lagi ke pemain yang memakainya. Ketika ada yang knock, Dimitri masuk pemain yang di-revive kembali bisa bangkit.”
Ady memaparkan teknis kerja Thiva dan Olivia yang ia sebutkan saat masih melatih RANS. Menurut Ady, adanya perubahan sistem Gloo Wall Free Fire merupakan salah satu bentuk kesinambungan dari perubahan META Healer Free Fire.
“Dengan adanya dampak skill Thiva memberikan 100HP, ditambah dengan Olivia menambah healing untuk HP pemain setelah di-revive 20 dan tambahan 100HP menjadi 120 HP bagi saya cukup, pemain sudah bisa kembali bertempur,” papar Ady.
“Dan itu yang bisa membuat pertempuran menjadi lebih panjang (lama), rata-rata fight jarak dekat atau short-range bisa menambah beberapa detik di mana durasi 10-20 detik untuk close combat itu sudah cukup lama.”
“Ditambah dampak dari META Healing dan Reviving akan memperlama pertempuran dengan Gloo Wall yang terbatas semakin berkesinambungan. Gloo Wall terbatas, META healing dan revive membuat pemain tadinya bertarung tidak hanya berpikir untuk menjatuhkan musuh, melainkan berpikiran supaya tidak dijatuhkan oleh musuh.”
Ady menambahkan kalau untuk di scene kompetitif, META Healer Free Fire dengan Thiva sudah mulai diterapkan beberapa pemain di komposisi skill-nya.

“Sejauh ini, saat pramusim seperti ini saya belum tahu juga ya tapi ada beberapa pemain, di tim esports yang pakai Thiva di scrim sekitar 20-40% lah,” tuturnya.
Ady menegaskan bahwa dirinya secara personal tak mengandalkan META Healer Free Fire di scene kompetitif dengan alasan mindset/pola pikir.
“Di tim saya, RRQ, saya kurang merekomendasikan. Kembali ke pemain, misalnya mereka berasumsi ketika knock jadi lebih mudah karena Thiva menurut saya pikiran seperti itu kurang tepat, saya mau mereka bermain tanpa di-knock musuh,” tegas Ady.

“Itu adalah salah satu doktrin dari saya biar mereka dari segi positioning, teamfight mereka paham situasi. Mereka tidak perlu bantu teman, dengan jaga posisi sebaik mungkin itu sudah cukup membantu. Jadi dari sana skill Thiva bisa digantikan dengan skill slot yang lain, yang bisa mendukung pola permainan mereka seperti apa,”
“Di sisi lain, misalnya pengguna Thiva tewas duluan, atau ada hal di luar dugaan yang lain menurut saya itu cukup beresiko dan merugikan.”
Selain Thiva, menurut Ady Kapella juga masih menjadi andalan untuk META Healer Free Fire. Dampak dari skill Kapella meningkatkan pemulihan karakter dengan item heal.
“Plus minus Kapella menurut saya karakter tersebut lebih efektif untuk fight long-range, atau main rotasi lambat. Tapi untuk tim yang bersifat agresif, Thiva, merupakan opsi terbaik tapi saya merasa karakter Kapella dan Thiva masih sulit dibandingkan. Memang Kapella saya nilai masih lebih digunakan daripada Thiva,” papar Ady.

“Sebagian pemain pro menggunakan Marksman Rifle dan Kapella adalah counter marksman rifle dari Rafael. Penggunaan rifle dan efek jatuh bisa diredam dan masih berdampak. Misal, Thiva untuk tim yang sering mengandalkan fight jarak dekat, itu efektif,” pungkas dia.
“Untuk fight jarak jauh tanpa Thiva menurut saya pemain masih bisa di-revive dan healing. Nah, Kapella lebih berperan di situ. Memang dampak besar perubahan patch Healer ini lebih condong ke Thiva tapi saya lebih merekomendasikan Kapella.”
Jadi dengan penjelasan Ady, apakah kalian sudah menerapkan META Healer Free Fire di dalam tim atau secara individu, Survivors?
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Team RRQ resmi melepas kepergian dua legenda Free Fire