RRQ Hide melengkapi persiapan menuju FFML Season 5 Divisi 1 dengan mendatangkan pelatih anyar yaitu Tomo Mallana. Kepastian juru taktik baru untuk tim nomor satu di divisi Free Fire sang Raja dari segala Raja tersebut didapat melalui pengumuman yang dirilis di Instagram, Rabu (16/2) siang.
Arsitek tim yang dikenal dengan IGN TomoMKS tersebut bukanlah nama baru di scene kompetitif Free Fire Indonesia. Meskipun masih berusia muda, namun dia memiliki segudang pengalaman.
Menyikapi kabar ini, ONE Esports mengajak survivors untuk mengenal lebih jauh sang pelatih melalui sejumlah fakta berikut, yuk kita simak.
- Format FFML Season 5 Divisi 1 lebih menantang, keras, tegas dan ganas!
- Cupay umumkan pensiun dari scene kompetitif Free Fire
1. TomoMKS pernah berkarier sebagai pemain
TomoMKS merupakan sosok yang sudah wara-wiri di scene kompetitif Free Fire Indonesia. Pemuda yang hobi bermain musik ini mengawali perjalanannya di scene kompetitif sejak 2018 bersama tim komunitas ZET Esports, lalu melanjutkan kiprah bersama Recca Esports dan berpartisipasi di turnamen UniPin SEACA Free Fire 2019.
Selepas mentas di SEACA, di tahun berikutnya TomoMKS tidak banyak tampil bersama Recca meskipun tim itu mengikuti FFML Season 1. Tak pelak, tanda tanya soal kiprahnya bersama Recca langsung menjadi tanda tanya dan benar saja, setelah berpisah dia tidak bermain untuk tim lain sama sekali.
2. Aktif dalam komunitas regional, membantu tim komunitas
Sempat meredup sebagai pemain, semangat Tomo untuk tetap mempertahankan eksistensi di scene kompetitif Free Fire layak mendapat acungan jempol. Dia dikenal aktif di komunitas game Battle Royale ini di Makassar.
Selain rajin mengurus komunitas regional, Tomo juga kerap mengulurkan tangan membantu mengembangkan komunitas-komunitas lainnya. Kebiasaan ini kemudian menjadi modal yang apik bagi Tomo untuk memimpin tim sebagai pelatih karena lepemimpinannya telah teruji dan pengalamannya menjadi keunggulan tersendiri.
3. Karier bersama 22KF Academy dan Dewa United Esports
2021 menjadi tahun istimewa bagi karier Tomo, mulai dari terlibat di RANS Esports community, berlanjut ke aktif sebagai staf pelatih tim 22KF Academy yang kemudian mewakili provinsi Sulawesi Selatan di PON XX Papua untuk game Free Fire.
Meskipun belum mampu mendulang prestasi, tetapi keberhasilan membina tim komunitas untuk menjadikan mereka sebagai perwakilan Sulawesi Selatan di ajang nasional adalah kebanggaan dan catatan tersendiri.

Selanjutnya Tomo berhasil mengantarkan 22KF Academy lolos ke babak Grand Final Piala Presiden Esports 2021 melalui jalur kualifikasi wilayah timur. Tim ini kemudian berafiliasi bersama Tim Galaxio yang kemudian menjadi Galaxio 22KF.
Berisikan pemain-pemain muda potensial makassar seperti Valdoo, Botakz dari Rosugo Academy, Kojakk eks-pemain Bigetron Esports dan juga BOSS Esports serta didukung analist AURA Ignite, Kahfi “Kahfiman” Iczanul Iman, tim ini terlihat menjanjikan.
Kendati demikian, hasil yang ditunjukkan oleh Tim Galaxio 22KF di ajang tersebut tampak kurang maksimal. Namun, hal itu menjadi pencapaian tambahan bagi Tomo dalam ajang kompetisi nasional.

2022 menjadi lembaran baru berikutnya bagi TomoMKS dalam scene kompetitif Free Fire. Dengan membesut tim Dewa United Esports di FFML Season 5 Divisi 2. Tidak lama setelah gelaran turnamen selesai, terkini Tomo resmi menjadi pelatih RRQ Hide untuk FFML Season 5 Divisi 1.
Well, bermodalkan perjalanan panjang baik sebagai pemain ataupun pelatih di scene kompetitif free fire, semoga bersama RRQ Hide, Tomo dapat menunjukkan potensi terbaiknya sebagai pelatih di tim yang masih terbilang baru ini. Sebuah tantangan besar sudah menantinya di depan mata, untuk bisa membawa nama RRQ kembali ke kasta tertinggi FFML. Good luck, TomoMKS!
BACA JUGA : Elhaya jelaskan skenario promosi RRQ Kazu dan SES Goboba ke FFML Divisi 1