Lima Esports 2021 Free Fire memasuki fase terakhir. Lima sebagai wadah pembinaan mahasisa di Indonesia akan menghelat kompetisi FF antar universitas di Indonesia pada 21 dan 22 Agustus 2021.

Punya tajuk Lima Esports 2021 with Kopi Caffino, 24 universitas terbaik dari region Western dan Eastern akan bersaing demi meraih gelar juara.

Format untuk turnamen ini adalah sistem grup, yang mana masing-masing grup diisi 12 universitas. Hanya akan diambil enam tim dari satu grup yang akan bertarung di fase final.

Lima Esports 2021 Free Fire mengundang antusiasme besar

Junas Miradiarsyah sebagai Direktur Lima mengungkapkan bahwa turamen ini penuh dengan antusiasme. Tak kaget menengok FF adalah salah satu esports yang paling berkembang di Indonesia.

Lima Esports 2021 Free Fire
Kredit: LIMA

“Fase Nationals selalu ditunggu-tunggu oleh pemain dan penonton LIMA. Tim yang bertanding pada fase ini merupakan tim terbaik dari setiap region. Dengan melihat atmosfir pertandingan di fase region, kita bisa mengatakan bahwasanya inilah tim Free Fire perguruan tinggi terbaik di Indonesia saat ini,” tegas Junas dari rilis yang diterima ONE Esports.



“Seperti pelaksanaan pada fase region, kompetisi ini sepenuhnya akan digelar secara online dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kami akan terus berkoordinasi kepada setiap manajer dan tim untuk mematuhi aturan. Kami tidak segan untuk memberikan sanksi berat bagi tim yang melanggar. Bagi kami, kesehatan mereka tetap menjadi yang utama,” tambah dia.

Inilah para peserta di Lima Esports 2021 Free Fire

Ada 24 tim yang akan beradu dari total 22 universitas terbaik di seluruh Indonesia. Mereka di antara lain adalah Universitas Malikussaleh, Universitas Dr. Soebandi, Universitas Jember, Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, IPB University, Universitas Negeri Padang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Pamulang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Hasyim Asy’ari, Universitas PGRI Palembang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Potensi Utama, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Muhammdiyah Surakarta, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Tidar, dan UIN Walisongo Semarang.

Unhasy menjadi salah satu tim paling dominan pada fase region. Mereka optimistis bisa meraih gelar juara.

“Ini kesempatan bagus karena dapat bersaing dengan tim-tim terbaik. Kami memiliki strategi, fisik, dan mental yang prima untuk menghadapi kompetisi ini. Dengan dominasi pada fase Region, tentunya menjadikan kami sebagai tim yang harus diwaspadi oleh peserta lainnya,” ucap manajer tim Unhasy, Zainal Abidin.

BACA JUGA: Nonton Free Fire makin gampang, FFML Season 4 dan FFIM 2021 Fall hadir di jaringan MNC