Perjuangan untuk bisa menjadi yang terbaik di dunia tentu tidak akan pernah mudah, termasuk di esports. Giat berlatih, menyiapkan kesehatan fisik dan mental, serta berjuang di setiap pertandingan demi bisa tampil di pentas tertinggi adalah sesuatu hal mutak, meski jaminan untuk meraih kesuksesan tidak pernah benar-benar berada di dalam genggaman.

Hal seperti ini kini tengah dialami oleh salah satu wakil Indonesia di ajang Free Fire World Series (FFWS) 2021 di Singapura, EVOS Divine. Di sepanjang usaha mereka untuk menjadi tim terbaik di dunia, mereka harus melalui banyak halangan dan rintangan.

EVOS Divine FFIM 2021 Spring
EVOS Divine juarai FFIM 2021 Spring | Kredit: Instagram/FF.esports.id

Setelah berhasil menjadi tim terbaik di Indonesia pada ajang Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2021 Spring dan meraih satu tiket untuk tampil di grand final FFWS 2021, kini perjalanan merekapun masih penuh dengan rintangan.

Hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh beberapa perubahan yang terjadi dalam gelaran FFWS 2021. Demi memastikan keselamatan dan kesehatan semua pihak yang terlibat, turnamen tertinggi Free Fire ini mengalami tiga perubahan jadwal.

Hingga pengumuman terakhir menyebutkan bahwa babak Play-Ins akan digelar pada 28 Mei, sementara grand final pada 30 Mei.

FFWS Free Fire World Series 2021 Singapura
Free Fire World Series (FFWS) 2021 Singapura | Kredit: Garena

Hal ini juga sedikit banyak dipengaruhi oleh adanya aturan baru dari Pemerintah Singapura yang mengubah peraturan mengenai masa karantina bagi semua pendatang yang memasuki negaranya dari sebelumnya selama 14 hari menjadi 21 hari.

Kondisi ini membuat para pemain EVOS Divine bakal memiliki total masa karantina selama 35 hari. Pasalnya sebelum berangkat ke Singapura, mereka juga telah melakukan karantina selama 14 hari di Indonesia.

Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Head of Esports dari EVOS Esports, Aldean Tegar, saat ONE Esports berkesempatan untuk mewawancarainya.

“Saya tidak tahu kalau tim dari negara lain, mereka mengajukan karantina terlebih dahulu di negaranya masing-masing sebelum karantina lagi di Singapura atau tidak,” ucap Aldean kepada ONE Esports.

“Namun, sebelumnya kami telah melakukan karantina di Indonesia selama 14 hari, ditambah 21 hari lagi di Singapura. Jadi bisa dibilang satu bulan mereka dikurung,” tuturnya.

EVOS Esports Aldean Tegar
Aldean Tegar – Head of Esports dari EVOS Esports | Kredit: Instagram/EVOS.Luch

Pengaruh lama karantina bagi EVOS Divine

Dengan panjangnya masa karantina yang dijalani EVOS Divine ini dikhawatirkan bakal memengaruhi mood dan semangat para pemain saat tampil di FFWS 2021.

Wajar saja, karena para pemain EVOS Divine pasti mengalami kejenuhan, terlebih telah melewatkan libur Idul Fitri 1442 H, mengingat mereka semua adalah Muslim.

Namun, Aldean menyatakan bahwa hal ini justru seharusnya tidak menjadi masalah bagi para pemain, malah menjadi tambahan motivasi bagi mereka untuk bisa meraih prestasi di FFWS 2021.

“Berpengaruh atau tidaknya kondisi ini, menurut saya sedikitnya pasti ada lah. Namun kami dari manajemen dan tim juga selalu memastikan segalanya masih on track dan on point, jadi saya pikir semuanya tidak ada masalah,” kata Aldean.

“Selain itu, masa karantina ini juga bisa digunakan untuk latihan kan. Selain itu para pemain juga paham dengan kondisinya dan ini kali pertama mereka melewatkan hari raya (Lebaran). Saya harap hal itu mereka jadikan sebagai tambahan motivasi agar nanti pulang dari Singapura bisa membawa sesuatu. Semoga mereka bisa menjadi juara dunia di sana,” tuturnya.

Menarik untuk dinantikan apakah EVOS Divine dan satu wakil Indonesia lainnya di FFWS 2021, First Raiders, bisa mendulang prestasi untuk menjadi yang terbaik di dunia atau tidak.

Kita tentu hanya bisa memberikan doa dan dukungan kepada mereka agar mampu mengharumkan nama bangsa.

BACA JUGA: All In – Lagu keren untuk meriahkan Free Fire World Series (FFWS) 2021