Persaingan di kancah esports profesional selalu berlangsung dalam tensi tinggi. Bagaimana tidak, ketegangan pasti terjadi ketika semua player terbaik bertarung dalam satu panggung untuk menentukan siapa yang terbaik. Begitu juga di FFML, turnamen kasta tertinggi Free Fire di tanah air. Untuk mengetahui bagaimana sengitnya perasingan para pro player, simak cerita Jars soal panasnya panggung FFML.

Bukan hanya skill, mental pun harus kuat

Skill mumpuni tentunya merupakan modal utama para pro player untuk bersaing di level tertinggi. Namun bukan hanya itu yang dibutuhkan pro player, mental pun tidak kalah penting.

Dalam panggung terkeras di level nasional, runtuhnya mental sangat dihindari pro player karena hal tersebut bisa berakibat fatal. Pemain yang sudah terserang secara mental tidak akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Seperti yang diungkapkan RRQ Jars kepada ONE Esports, tak jarang para pemain mengeluarkan kata-kata intimidasi untuk meruntuhkan mental lawan. itulah sebabnya mental juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dari skill.

Free Fire, RRQ Jars
Kredit: Team RRQ

“Kalau di panggung itu kita pake headset untuk peredam suara, tapi kalau suara orang lain terlalu dengar akan tetap terdengar. Misalnya kita too soon, itu terdengar bacot-bacotannya. Jadi harus kuat mental,” ucap Jars.



Free Fire, RRQ Jars
Kredit: Team RRQ

Cara menjatuhkan mental lawan juga bisa muncul dalam bentuk selebrasi khusus, sekaligus merayakan pencapaian yang diraih. Contohnya saat berhasil memenangkan pertarungan yang terkesan mustahil.

Tapi manusia yang tak luput dari kesalahan terkadang bisa melakukan selebrasi berlebihan. Seperti yang terjadi dalam gelaran pekan pertama FFML Season 4, di mana SES Thanos terkena sanksi karena selebrasi tak pantas. Menanggapi hal tersebut, RRQ Jars beranggapan jika itu terjadi secara spontan karena gembira bisa mengalahkan tim AURA yang bisa dibilang sebagai salah satu favorit juara musim ini, terlebih itu dilakukan dalam pertarungan yang sangat sulit.

“Taunting itu boleh. Yang dilakukan SES Thanos kemarin aku melihatnya hanya refleks saja, kelepasan karena gembira bisa memenangkan pertarungan dua lawan empat,” jelas pemain yang pernah menyabet gelar The Predator.

Profesional! Tensi tinggi hanya terjadi di atas panggung

Kredit: Garena

Memang perang mental dan taunting terkesan sangat ganas dan berat dilalui, tapi hal tersebut diakui Jars merupakan keseruan tersendiri dalam kompetisi.

“Bacotan-bacotan di turnamen offline bisa dibilang parah sih. Tapi itu yang membuat event tersebut seru,” ungkap rusher RRQ Hades.

Setelah pertandingan berakhir, para pemain bersikap profesional dengan mengesampingkan semua perseteruan yang terjadi.

Para pro player boleh saja saling sikut di medan pertempuran. Perkataan keras pun tak jarang muncul dari mulut mereka. Namun di luar panggung, mereka adalah teman seperjuangan di dunia yang sama sebagai pro player Free Fire.

“Di luar panggung, semua normal kembali. Kita bermusuhan hanya di in-game saja,” pungkas Jars.

BACA JUGA: Jadwal FFML Season 4, live streaming, hasil pertandingan, klasemen dan format turnamen