Superstar streamer Fortnite, Tyler “Ninja” Blevins, mencoba memberikan pendapat pribadinya tentang keputusan developer game battle royale itu, Epic Games, untuk berhenti merilis patch notes saat menghadirkan hal-hal baru ke dalam game.
Setelah Fortnite Champer 2 Season 1 bergulir dalam beberapa pekan terakhir, Epic Games dipercaya akan merilis beberapa patch notes kepada para pemainnya untuk memberikan informasi mengenai hal-hal baru apa yang telah mereka hadirkan. Namun, hal tersebut justru tidak terjadi.
Setelah merilis patch v11.11 pekan lalu, Epic Games memutuskan untuk tidak membuat patch notes. Hal ini kembali terjadi saat mereka merilis patch v11.20 dalam waktu dekat.
Tujuan dari Epic Games melakukan hal ini agar para pemain dapat mencari sendiri hal-hal baru apa saja yang kini telah mereka hadirkan ke dalam Fortnite yang bisa menjadi kejutan tersendiri.
- Perjalanan Todak: Dari amatir hingga posisi tiga dunia dalam waktu singkat
- Data statistik menunjukkan RRQ jadi tim paling menarik bagi penonton di M1
Namun di mata Ninja, ada teori lain yang membuat Epic Games tak lagi merilis patch notes di setiap update. Mantan streamer nomor satu Twitch yang kini bergabung dengan Mixer itu percaya bahwa ada dampak buruk yang dihadirkan patch notes bagi antusiasme para pemain Fortnite.
“Satu hal yang saya jamin 100% benar-benar terjadi adalah ketika semua patch notes dirilis, terutama patch notes yang sangat mendalam, ketika orang membacanya dan tidak menyukai akan sesuatu, mereka tidak ingin bermain Fortnite,” ucap Ninja seperti dikutip dari video Daily Clips Central.
Teori dari Ninja ini memang masuk akal, karena tak diragukan lagi bahwa Epic Games telah menerima banyak reaksi negatif setiap merilis patch notes, terutama pada musim terakhir Chapter 1.
BACA JUGA: Oddiepedia cabut sebagai caster Mobile Legends, resmi jadi manajer tim Dota 2 Fnatic