Platform streaming Mixer sedang dalam sorotan. Hal ini berkenaan dengan bergabungnya Tyler “Ninja” Blevin, streamer dengan followers Twitch terbanyak, yakni 14 juta.
Ninja mengumumkan secara resmi meninggalkan Twitch untuk bergabung dengan Mixer (1/8) lalu. Keputusan ini sama sekali tidak mengurangi popularitas Ninja.
Pada streaming perdananya di Mixer, ia mendapat rataan viewer mencapai 60 ribuan, jumlah yang lebih banyak dari yang pernah dia rasakan ketika di Twitch. Bahkan pada streaming enam jam tersebut, angka viewernya sempat mencapai 95 ribu.
Asumsi akan Mixer yang berniat menjadi platform nomor satu dunia mengejar Twitch pun muncul. Meski begitu pihak Mixer langsung membantahnya.
CEO Mixer, Matt Salsamendi, berbicara soal ini saat sedang livestream.
“Tujuannya adalah terus mendukung kedua komunitas, di mana pun Anda berada. Kami ingin streaming berkembang secara general dan Mixer bisa sukses dengan pelbagai jalan. Saya antusias,” ujar Salsamendi dilansir Dot Esports.
Pada streaming tersebut, Salsamendi juga menjelaskan soal perbedaan antara Mixer dan Twitch. Sesuatu yang ditanyakan oleh pengikut Ninja.
“Salah satu hal yang kami lakukan sejak awal agar berkembang dalam pelbagai hal adalah membuat aturan perilaku streamer sejelas dan objektif mungkin. Agar Anda tahu sebenarnya melakukan hal yang benar atau salah. Sama sekali tak ada area abu-abu,” jelasnya.
Pernyataan ini jelas menyindir Twitch yang belakangan kerap bermasalah karena kontroversi-kontroversi yang dibuat streamernya.
Sempat ada video streamer menyusui, xQc yang memperlihatkan gambar penis, dan permasalahan lainnya. Tapi tak adanya aturan yang jelas dari Twitch membuat kontroversi-kontroversi tetap datang.
Terlepas dari itu Salamendi sadar gap antara Mixer dan Twitch masih sangat jauh. Sehingga merekrut Ninja dinilai sebagai awal yang baik buat mereka.