Juara dunia Fortnite, Kyle “Bugha” Giersdorf, tiba-tiba ditodong senapan saat sedang melakukan live streaming.

Sekilas tampak normal, mengingat game Fortnite favorit Bugha sering sekali menampilkan adegan tembak-menembak atau todong-menodong senjata. Akan tetapi, apa yang baru saja dialami Bugha adalah hal yang nyata!

Pemuda 16 tahun itu tiba-tiba harus menghilang dari siaran streaming di Twitch yang ia lakukan bersama teman-temannya. Waktu itu, tepatnya pada 12 Agustus, waktu Pennsylvania, Amerika Serikat, Bugha bermain Fortnite Arena Trios. 

Alasan menghilangnya Bugha dalam beberapa menit dari siaran adalah karena rumahnya digerebek polisi!

“Mereka datang dengan senjata, bro. Mereka benar-benar menodongkannya, sungguh menakutkan. Internet benar-benar gila,” kata Bugha.

Bugha merupakan korban dari kejahilan orang tak bertanggung jawab. Jadi, ada seseorang yang menelepon pihak berwajib dan mengaku sebagai Bugha. 

Si penelepon gelap itu bahkan menambahkan detail bahwa ia telah membunuh ayahnya dengan beberapa kali tembakan dan mengikat sang ibu di garasi. Rumah Bugha pun langsung disatroni pihak berwajib.  

Apa yang terjadi pada Bugha sering disebut sebagai swatting. Swatting merupakan tindak kriminal dengan cara memberikan berita bohong kepada pihak berwajib, terutama tim SWAT, untuk menyerbu target yang sejatinya tak bersalah. 

Praktik tak terpuji semacam ini pernah memakan korban, yakni Andrew Finch, yang terbunuh oleh timah panas polisi pada 2017. Bugha beruntung karena pelatuk senjata tak jadi ditarik karena ada salah satu anggota polisi yang mengenalinya. 

Menurut keterangan pihak berwajib setempat, Cpl. Albert Werner dari Upper Postgrove Township Police, semua rentetan kasus Bugha ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Meski tergolong singkat, kejadian ini benar-benar menguras energi tim kepolisian.

Werner menambahkan bahwa si penelepon gelap diperkirakan berasal dari Eropa. Entah apa motif utama si pelaku.

Popularitas Bugha memang melonjak sejak dirinya berstatus sebagai juara dunia Fortnite. Usai mengalahkan 99 pemain di hadapan 16 ribu fans di New York Juli silam, Bugha berhak atas hadiah uang senilai US$ 3 juta alias ekitar Rp42,6 miliar.