Juara dunia Fortnite World Cup Finals 2019 kategori Solo, Kyle “Bugha” Giersdorf, mengungkapkan pengaruh yang diberikan oleh sang ayah dalam membuat dirinya bisa menjadi jaura dunia di game battle royale itu.

Hal ini terungkap dalam film dokumenter yang cukup mengharukan mengenai kisah Bugha dalam menjuarai Fortnite World Cup Finals 2019 yang dirilis oleh developer Fortnite, Epic Games.

Film dokumenter ini menunjukkan perjalanan yang ditempuh oleh player berusia 16 tahun itu menjadi juara dunia dengan melakoni partai final tanpa memiliki pengalaman sebelumnya dalam turnamen LAN.

Di final, Bugha secara ajaib mengklaim Victory Royale pada game pertama, meski tersingkir di awal permainan pada game dua. Dengan hanya keunggulan satu poin di papan klasemen, Bugha mampu menunjukkan dominasinya pada game ketiga dan terakhir untuk memastikan kemenangan dan meraih hadiah uang tunai sebesar US$3 juta (lebih dari Rp42 miliar).



Dalam film dokumenter itu, Bugha berteima kasih kepada sang ayah yang telah memperkenalkan dirinya dengan video game sejak awal.

“Ayah saya bermain video game sepanjang hidupnya. Dia pertama kali memperkenalkan saya ke video game karena dia bermain Save the World, tetapi saya lebih tertarik dengan Battle Royale. Jadi saya mulai bermain game itu dengan beberapa teman dan akhirnya ikut berkompetisi,” ucap Bugha.

Untuk mengetahui seperti apa perjalanan Bugha menjadi juara dunia Fortnite, simak film dokumentar selengkapnya di sini:

BACA JUGA: Tencent ungkap sistem liga baru dan perkenalkan dua turnamen tertinggi PUBG Mobile untuk 2020