Perkembangan esports secara global semakin menunjukkan taringnya. Bahkan olahraga elektronik itu kini telah kembali mendapat pengakuan luas sebagai salah satu industri paling menjanjikan.

Pengakuan besar terbaru hadir dalam World Football Summit, konferensi berskala besar yang berpusat pada industri dan asosiasi sepak bola.

Seperti diketahui bahwa sepak bola merupakan cabang olahraga paling digemari di dunia dan memiliki industri besar.

Namun, Direktur Pelaksana Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA), Charlie Marshall, mengatakan bahwa bukan liga sepak bola dari regional lain yang harus mereka dikhawatirkan sebagai pesaing, tetapi penyanyi Amerika Serikat, Taylor Swift, dan game Fortnite.

“Salah satu tantangan yang kami miliki sebagai industri adalah populasi yang semakin menua dan demografi lebih muda telah mengubah selera mereka,” kata Marshall seperti dikutip dari AS.com.

“Tampaknya ada perubahan mendasar dalam cara anak muda terlibat dengan konten dan cara mereka menghabiskan waktu. Pesaing kami bukan liga sepak bola lain, tetapi Taylor Swift dan Fortnite.”



ECA yang mewakili kepentingan klub-klub sepak bola yang berada di bawah UEFA juga mengungkapkan misinya untuk “menciptakan model tata kelola baru yang lebih demokratis dan benar-benar mencerminkan peran kunci klub.”

Selain Marshall, kekhawatiran juga diungkapkan oleh CEO klub Liverpool, Peter Moore, beberapa bulan lalu yang menyebut sepak bola memiliki kemungkinan kehilangan “generasi penggemar berikutnya” sebagian bagian dari kemajuan teknologi dan esports.

Video game adalah hiburan dan juga olahraga profesional, jadi tidak aneh jika keduanya akan “berperang” untuk merebut hati penggemar. Marshall dan Moore baru saja menunjukkannya.

BACA JUGA: Youtuber Indonesia raih posisi runner-up di Free Fire Streamer Showdown 2019