Wakil Indoensia yang akan bertanding di nomor Dota 2 pada SEA games 2019 Filipina, PG.BarracX, harus mengakui keunggulan EVOS Esports di semifinal ESL Indonesia Championship Season 2 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Minggu (15/9/2019).
Pada pertandingan dengan format best of three ini, EVOS berhasil mersih kemenangan dengan skor 2-1.
Pada game pertama, EVOS benar-benar mampu membuat permainan PG.BarracX tak berkembang, meski di awal pertandingan sempat berimbang.
Performa hebat dari solo-mid mereka, Facehugger, bersama hero Puck yang sukses meraih 17 kill dan 18 assist atau hampir selalu terlibat hampir disetiap keberhasilan tim mereka menjatuhkan pemain lawan.
Sementara di game kedua tak jauh berbeda dengan pertama. Kedua tim mampu tampil berimbang di awal dengan jumlah kill yang setara atau tak jauh berbeda.
Bedanya, kali ini giliran PG.BarracX yang mampu meraih kemenangan setelah mampu memenangi beberapa peperangan jelang laga berakhir.
Kapten EVOS, Aville, mengakui kekalahan timnya dari PG.BarracX dikarenakan kesalahan mereka dalam mengkalkulasi kekuatan sendiri dengan apa yang dimiliki lawan.
- Erick Herlangga: Esports Indonesia maju? Untuk si kaya atau si miskin?
- Pelatih timnas Mobile Legends prediksi Onic kembali juara MPL
Alhasil, PG.BarracX berhasil menyudahi perlawanan EVOS dengan mengacak-acak markas dan meraih skor kill 34-18.
Sementara di game ketiga, EVOS tampil mendominasi sejak awal pertandingan. Bahkan mereka sekpat unggul 11-1 atas PG.BarracX.
Beberapa kali PG.BarracX sempat bangkit untuk mencuri beberapa kill dan memenangi pertempuran, tetapi laju EVOS untuk bisa memenangi pertandingan dengan skor kill 48-22.
Hasil ini membuat EVOS berhasil lolos ke grand final ESL Indonesia Championship untuk menantang pemenang dari pertandingan semifinal lainnya antara BOOM Esports menghadapi Alter Ego.
BACA JUGA: Alive, wonderkid penyempurna roster Aura