Dota Pro Circuit (DPC) 2019-2020 bisa dibilang sebagai musim paling berantakkan dalam 10 tahun terakhir. Selain dikarenakan batalnya sejumlah turnamen minor dan major akibat pandemi COVID-19, Valve Entertainment sebagai penyelenggara pun seakan enggan untuk menggunakan opsi melanjutkan DPC musim ini secara online.

Hal ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi komunitas Dota 2 di seluruh dunia, termasuk organisasi dan para pemain. Cukup miris melihat Valve seakan tidak menemukan cara lain agar DPC 2019-2020 bisa terus berlangsung seperti scene esports lainnya, termasuk pesaing utama mereka, League of Legends, yang kini tengah menggelar turnamen tertinggi mereka setara The International di Dota 2, League of Legends World Championship (Worlds) 2020, secara offline di Shanghai Media Tech Studio dan Pudong Football Stadium, Shanghai, Cina.

Banyak komunitas yang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Valve, termasuk caster Dota 2, Kyle Freedman. Selain itu, CEO Team Aster, Zhili Guo, juga mengungkapkan hal yang sama di platform media sosial Cina, Weibo, yang sukses menarik banyak perhatian komunitas esports hingga menggugah menguaknya sebuah fakta.

Zhou “Haitao” Lingxiang, salah satu pendiri Imba TV, merilis pernyataan yang semakin menguatkan ketidakseriusan Valve dalam melanjutkan DPC 2019-2020 hingga The International 2020 (TI10). Ia berkata bahwa Valve telah menolak opsi agar bisa tetap menggelar TI10 di Shanghai, tetapi justru mereka tolak.

“Dari April hingga Mei [2020], CEO Perfect World Hong Xiao telah menghubungi Valve dan bertanya apakah mereka bersedia memindahkan The International 2020 ke Shanghai, dan Pemerintah Shanghai menyatakan dukungan penuh untuk acara tersebut. Namun, Valve menolak proposal ini,” tulis Lingxiang di laman Weibo-nya.

Jika melihat pernyataan tersebut, Perfect World sebagai salah satu mitra dan publisher dari game-game Valve di Cina tetap berusaha agar TI10 agar bisa tetap digelar pada Agustus 2020, sama seperti edisi-edisi sebelumnya.



Pan “RURU” Jie, CEO LGD.Gaming, juga ikut mengonfirmasi kabar soal pemerintah Shanghai telah mengundang Valve untuk membicarakan peluang menggelar TI10 di Cina. “Pemerintah Shanghai bersedia untuk memberikan dukungan kepada The International 2020 sama besarnya dengan League of Legends World Championship 2020,” kata Jie.

Belum diketahui secara pasti apa faktor yang membuat Valve enggan untuk menerima tawaran tersebut, selain dari sisi bisnis yang menyangkut kepentingan sponsor. Kini mereka lebih memilih untuk menggelar TI10 dengan asumsi secara offline dan dihadiri oleh penonton secara langsung pada Agustus 2021 di tempat yang sebelumnya telah ditentukan, Stockholm, Swedia.

BACA JUGA: Pemain dan talent Dota 2 utarakan kekecewaan atas keputusan Valve soal DPC dan TI10