Dua tim Dota 2 terbaik Filipina, Neon Esports dan TNC Predator saling berhadapan di babak semifinal upper bracket ESL One Thailand 2020: SEA.
Setelah TNC bersusah payah memenangkan Game 1, Neon Esports memutuskan untuk memblokir kombo Io-Gyrocopter Park “March” Tae-won dan Kim “Gabbi” Vvillafuerte dengan mengambil Gyroceopter untuk carry mereka, Andrei “skem” Ong.
Kedua tim sama-sama kuat di game kedua, baik TNC maupun Neon saling bertukar kill, bahkan keduanya sama-sama mendapatkan set barak. Mewaspadai potensi lategame dari Gabbi yang menggunakan Anti-Mage, Neon memutuskan untuk mengakhiri game dengan melakukan all-in membeli Divine Rapier di Gyrocopter skem, dan hal itu terbayar lunas dengan Triple Rampage yang gila.
Tiga pemain yang mempertahankan Ancient dari TNC, Timothy “Tims” Randrup, Damien “kpii” Chok, dan Gabbi, harus tumbang karena tidak mampu menahan gempuran Skem yang menggunakan Divine Rapier dan skill Flak Cannon.
- Vici Gaming berpisah dengan Yang dan rOtK
- Somnus丶M dan Fy hengkang dari PSG.LGD! Ada hubungannya dengan superteam 4AM?
Para pemain TNC segera melakukan Buy-Back untuk mempertahankan Ancient mereka. Tapi ketika mereka mencoba menghancurkan Gyrocopter untuk kedua kalinya, skem mengaktifkan Satanic dan Black King Bar sehingga ia tak mengalami kendala untuk membantai lagi lawannya dan mendapatkan Triple Rampage.
Meskipun Neon memenangkan game 2 dengan fantastis, TNC berhasil bangkit kembali berkat penampilan gemilang dari dua core mereka. Di game terakhir, Gabbi mencatat rekor KDA 10/1/21 menggunakan Faceless Void. Sementara itu, Armel “Armel” Tabios mencatatkan skor KDA 15/4/16 yang mengesankan bersama Lina-nya.
BACA JUGA: “Yang” dikabarkan bakal jadi bagian dari skuat Dota 2 penuh bintang “4AM”