Di detik-detik akhir malam pergantian tahun, saatnya untuk mundur dan melihat apa yang terjadi pada tahun 2019. Tak perlu dikatakan, ini adalah salah satu tahun terbaik untuk setiap penggemar Dota 2 di luar sana. Ada banyak sorotan yang luar biasa. Dalam hal keterampilan individu, banyak pemain menonjol selama tahun ini. Meskipun sebagian besar dari mereka bermain baik mid atau safelane, ada beberapa pemain support yang juga layak untuk diberi apresiasi.

Dengan itu, mari kita lihat beberapa pemain support yang paling bersinar di tahun 2019. Ingatlah bahwa daftar ini sepenuhnya subjektif, sehingga pilihan orang lain mungkin berbeda.

JESSE “JERAX” VAINIKKA

Sering dianggap sebagai salah satu Earth Spirit terbaik di dunia, JerAx pantas berada di dalam daftar ini. Pemenang TI dua kali ini bermain sangat fenomenal di tahun 2019, dia adalah salah satu alasan utama kesuksesan OG.

Tim besar pertama Jesse adalah Team Liquid. Namun, setelah beberapa hasil mengecewakan dari tim, Kuro “KuroKy” Salehi Takhasomi memutuskan untuk mengubah rosternya, sehingga JerAx dikeluarkan dari lineup dalam perombakan roster pasca-TI 6.



MAROUN “GH” MERHEJ

Di tempat kedua dalam daftar kami adalah salah satu under-rated player sepanjang masa. GH dikenal karena bermain mid di game pub sebelum ia mulai bersinar di panggung besar. Bahkan, ia adalah salah satu pemain pertama yang mencapai 9000 MMR.

Awalnya, Maroun bermain sebagai pemain pengganti untuk Kanishka Sam “BuLba” Sosale di Team Liquid sekitar empat tahun lalu. Dia bermain sangat baik kala itu, akibatnya setelah beberapa minggu, GH secara permanen pindah ke Team Liquid. Sejak itu, ia memenangkan TI 7 dan mendapat tempat kedua di TI 9, yang menjadikannya salah satu pemain support paling sukses sepanjang masa.

XU “FY” LINSEN

Fy adalah salah satu pemain Dota 2 Tiongkok paling terkenal di dunia. Dia dikenal sebagai pemain support yang sangat cerdas dan tenang. Meskipun dia menguasai hampir semua hero support, dia tampil paling gemilang dengan Rubick-nya. Itu sebabnya Anda sering menemukan tim lakukan baning pada hero Rubick setiap kali mereka berhadapan dengan FY.

Bersama PSG.LGD, FY memiliki paruh pertama yang luar biasa di tahun 2019. Mereka dianggap sebagai salah satu favorit untuk TI 9 dan hampir berhasil lolos ke Grand Final secara berturut-turut. Namun, Team Liquid mampu memberikan pukulan knock-out di laga final LB dan memaksa LGD finis di tempat ketiga.

BACA JUGA: Pro player wanita pertama di League of Legends meninggal dunia