Salah satu tim baru di scene Dota 2 Asia Tenggara, T1, akhirnya berhasil meraih gelar juara pertama mereka setelah sukses berada di puncak klasemen akhir pada turnamen Haphaestus Cup.
T1 sukses menjadi yang terbaik di turnamen yang digelar sejak 27 April hingga 18 Mei 2020 tersebut, padahal mereka mengawalinya dengan buruk setelah takluk dari Denique. Namun setelah itu, inYourdreaM dkk secara mengejutkan berhasil tampil luar biasa dengan meraih lima kemenangan beruntun, plus satu dari LGD.Int yang tak dihitung ke dalam klasemen.
Seperti sudah di perkirakan sebelumnya oleh penyelenggara, T1 baru bisa memastikan gelar juara tersebut pada pertandingan terakhir menghadapi pesaing terdekatnya di papan klasemen, Team Adroid.
Pada pertandingan tersebut, tersaji dua game yang secara keseluruhan mampu dikuasai oleh T1. Namun hal tersebut tidak membuat inYourdreaM dkk bisa meraih kemenangan mudah atas Adroid.
- OGA Dota Pit Online dilanjutkan ke liga untuk tim-tim Eropa-CIS
- Terlalu tangguh untuk Natus Vincere, Team Secret juarai Gamers Without Borders 2020
Pada game pertama, T1 baru berhasil memastikan kemenangan saat laga telah memasuki menit ke-44, meski memiliki skor kill yang cukup mencolok, 35-16.
Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi pada game kedua. Kedua tim sempat mampu saling membalas hingga menit ke-22 sebelum T1 menguasai jalannya permainan dan memastikan kemenangan ketika pertandingan akan memasuki menit ke-49 dengan skor kill 31-18.
Gelar juara ini menjadi yang pertama sejak T1 berdiri sekitar 9 bulan lalu. Hal ini bisa menjadi pelecut bagi tim yang diperkuat oleh dua pemain asal Indonesia ini, inYourdreaM dan Jhocam, untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya.
BACA JUGA: BLAST ikut terjun ke scene kompetitif Dota 2 dengan hadirkan turnamen Bounty Hunt
