Bubarnya suatu tim Dota 2 bukanlah hal baru yang jarang terjadi, namun untuk Elephant, kisah mereka sepertinya tidak ditakdirkan berlangsung lama.

Datangnya Elephant ke kancah Dota sangat menarik perhatian karena mereka muncul dengan roster penuh bintang. Namun tim tersebut gagal memenuhi ekspektasi.

Pembubaran tim Dota 2 Elephant

Dota 2 Elephant qualify TI10
Kredit: BeyondTheSummit

Setelah pembentukannya pada Oktober tahun lalu, tim Dota 2 Elephant bermain bagus di beberapa event tetapi tidak mendapatkan hasil serupa di Dota Pro Circuit 2021, menempati posisi kelima di dua musim liga regional dan gagal lolos ke salah satu Major. Tim super star tersebut kemudian lolos ke TI10 melalui jalur kualifikasi regional, hanya untuk tampil buruk dan finish ke-13.

Setelah melewati diskusi panjang dengan para pemain dan stafnya, Elephant memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya di kancah Dota, dan semua pemainnya akan menjadi free agent.



Aster tertarik datangkan beberapa mantan pemain Dota 2 Elephant

Tim tersebut juga dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Team Aster yang ingin memboyong beberapa pemain bintang Elephant dalam mega trasnfer bernilai jutaan dolar. Kesepakatan potensial ini akan berpusat pada Somnus karena pemilik Aster tertarik untuk membangun tim di sekitarnya.

Kontrak Eurus dan coach rOtK telah berakhir dan Elephant memutuskan mengakhiri kontrak yang tersisa dengan Somnus, Yang, dan fy. Satu-satunya pemain yang tidak menjadi free agent bebas dalam keputusan mendadak ini adalah Super, yang bermain untuk Elephant dengan status pinjaman dari Royal Never Give Up sehingga akan bergabung kembali dengan organisasi aslinya.

Saat ini Elephant mengonfirmasi bahwa beberapa pemainnya masih terjebak di Rumania. Mereka masih berupaya memastikan semua mantan pemainnya bisa pulang dengan selamat meskipun mereka sudah memutuskan untuk membubarkan tim.

BACA JUGA: Hampir sebulan setelah TI10, pemain Dota 2 Fnatic Filipina akhirnya pulang ke rumah