Dengan strategi range physical hitter, Team Aster berhasil kalahkan Chaos Esports Club.
Team Aster menggunakan range hitter klasik Drow Ranger dan Shadow Fiend yang didukung Vengeful Spirit. Sementara Chaos EC mengandalkan duo hero mobile Puck dan Slark.
Pertandingan berjalan seimbang saat laning stage. Kedua tim saling bergantian menekan dan lakukan pick-off gank. Di bot lane, Team Aster kesulitan menahan agresivitas dari Chaos Esports Club. Beberapa kali carry Team Aster, Sccc, terkena pick-off.
Memasuki fase mid game, Team Aster mulai perlahan mengambil kendali permainan dan mulai push ke base Chaos EC. Physical demage dari Drow dan Shadow Fiend yang didukung aura Vengeful Spirit dengan mudah menghancurkan tower dan set barak Chaos.
- Tim Secret resmi berpisah dengan MidOne
- Kenny “Xepher” Deo: Pemain Dota 2 Indonesia tidak kalah gemilang dari pemain Eropa
Di menit ke-32, Team Aster menutup pertandingan dengan keunggulan 22.000 gold networth dan Godlike Streak dari Shadow Fiend.
Team Aster akan melanjutkan perjalanan mereka di Leipzig Major. Sementara kekalahan Chaos Esports Club menjadikan EG sebagai perwakilan terakhir dari Amerika Selatan.
BACA JUGA: Top 3 Midlaner Dota 2019
