T1 terus memberikan kejutan di Playoff WePlay AniMajor, mereka berhasil maju ke Final Upper Bracket setelah mengalahkan juara DPC Amerika Utara, Quincy Crew.
Sebagai tim terakhir yang mewakili Asia Tenggara, T1 telah menunjukkan bahwa strategi dan kekuatan mereka lebih dari cukup untuk bersaing dengan skuad Dota 2 terbaik di dunia. Penampilan tim di WePlay AniMajor juga menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di The International 10, yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 15 Agustus.
T1 berhasil bangkit dari defisit dengan team fight memukau
Tim ini kerap menggunakan hero core yang tidak biasa, itu ternyata bisa mengecoh lawan. Setelah kalah di game pertama, T1 memilih Doom midlane untuk Karl “Karl” Baldovino dan offlane Dragon Knight untuk Kuku. Pilihan core hero yang fleksibel dalam pemilihan lane memungkinkan mereka mendapatkan early game yang lebih baik untuk Karl dan Kuku.
Mereka memanfaatkan keunggulan tipis itu untuk mendapatkan item Blink Dagger dan Black King Bar dengan cepat pada Karl dan Kuku. Item ini mencegah Quincy Crew menemukan celah apa pun. Skuad juara Amerika Utara kemudian diratakan oleh Terrorblade dari Teeramahanon “23savage” Nuengnara setelah ia selesai melakukan farm.
Di game penentuan, Quincy Crew mengejutkan T1 menggunakan pick unik mereka sendiri dengan hard carry Nature’s Prophet, midlane Wind Ranger, dan offlane Broodmother yang mendominasi semua lane.
Namun Kuku mampu menjaga timnya dengan membuat semua orang bermain sangat defensif. Juara DPC Asia Tenggara itu menghindari team fight dan hanya bergerak aktif ketika Quincy Crew terlalu memaksakan diri. Kuku juga tahu bahwa timnya lebih seimbang dengan 23savage Phantom Assassin sebagai carry.
Quincy Crew merespon dengan menugaskan Nature’s Prophet dan Broodmother memotong gelombang creep dan mendorong dua sisi lane. T1 tahu bahwa semakin lama permainan berlanjut, semakin besar risiko mereka terhadap permainan split push Quincy Crew. Inilah sebabnya mengapa mereka memutuskan untuk melakukan serangan terakhir ke pangkalan Radiant dan memenangkan seri ini.
Kemenangan ini membawa T1 melaju ke Final Upper Bracket WePlay AniMajor menghadapi PSG.LGD untuk memperebutkan satu tiket Grand Final.
- Valve umumkan tanggal kualifikasi regional TI10 Dota 2
- PSG.LGD puncaki klasemen WePlay AniMajor, Liquid di ambang kegagalan
T1 sangat percaya diri menghadapi PSG.LGD

Lawan berikutnya yang bakal dihadapi T1, PSG.LGD adalah tim yang tidak bisa dianggap remeh. Tentu saja tim yang bisa menembus Final Upper Bracket adalah pasukan yang sangat kuat.
PSG.LGD adalah perwakilan China yang mendominasi fase grup tanpa menelan kekalahan. Mereka bisa mencapai Upper Bracket Playoff dengan finis pertama di penghujung babak penyisihan.
Kendati menghadapi tim yang begitu kuat, salah satu pemain T1, Kenny “Xepher” Deo, mengaku jika timnya sangat percaya diri menyongsong pertarungan berikutnya. Pemain asal Indonesia itu mengatakan mereka sedang dalam keadaan nyaman dan saling percara satu sama lain.
“Kami sangat percaya diri menghadapi PSG.LGD karena tim dalam keadaan nyaman. Rekan setim mempercayai saya, oleh karena itu saya juga jadi percaya diri,” ungkap Xepher dalam sesi wawancara pasca pertandingan.
Sangat menarik untuk menyimak kiprah T1 di WePlay AniMajor. Apakah menurut kalian mereka bisa memenangkan pertandingan kontra PSG.LGD dan mencapai babak Grand Final?
BACA JUGA: WePlay AniMajor – Daftar tim yang lolos dan bracket playoff