Setelah gagal lolos ke Major di musim ini, Elephant akhirnya mampu menembus The International 10 setelah mengalahkan EHOME 3-1. Mereka mampu membalas dendam pada EHOME setelah dikalahkan 2-1 di Final Upper Bracket. Meski EHOME bisa memenangkan game satu, tiga game berikutnya didominasi oleh Elephant.

Elephant jadi tim China kelima yang lolos TI10

Elephant dan EHOME memulai kualifikasi TI10 China mereka di Upper Bracket dengan sisi yang berbeda. Kedua tim meraih beberapa kemenangan sulit dan beberapa kemenangan lainnya diperoleh cukup mudah sampai akhirnya bertemu di Final Upper Bracket. EHOME keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 dan melaju ke laga Grand Final.

Di sisi lain, Elephant terpaksa turun ke Final Lower Bracket di mana mereka bermain melawan Team MagMa, yang menjadi tim kejutan sekaligus kuda hitam berbahaya di Lower Bracket. Namun Fy dkk terbukti terlalu kuat saat mereka menang 2-0 untuk menantang kembali EHOME dan membalaskan dendamnya di Grand Final.

Di final, EHOME memenangkan game pertama berkat beberapa permainan luar biasa Fade bersama Rubick-nya. Sayanya, EHOME tak mampu membendung skuat penuh bintang di tiga game berikutnya memiliki draft yang bagus. Satu kesalahan fatal saat teamfight menandai kekalahan mereka dalam skor 3-1.



Peluang Elephant di TI10

Dota 2 Elephant qualify TI10
Kredit: BeyondTheSummit

Ini akan menjadi turnamen LAN internasional pertama Elephant sejak
tim dibentuk. Mereka menempati posisi kelima di kedua musim DPC di belakang empat tim China lainnya yang lolos ke TI (PSG.LGD, Invictus Gaming, Vici Gaming, Team Aster).

Elephant merupakan tim kelima dari China yang lolos ke TI, menjadikan China sebagai wilayah dengan perwakilan terbanyak. Di belakang China, ada Eropa Barat, Amerika Utara, dan Amerika Selatan yang masing-masing mengirimkan tiga tim perwakilan.

Salah satu masalah terbesar tim tersebut selama musim DPC adalah chemistry dan koordinasi antar pemain, itu bukan hal yang mudah untuk diperbaiki. Keterampilan individu para pemain di tim ini sudah tidak diragukan lagi. Elephant merupakan tim yang dibentuk dari para bintang China. Tetapi lebih dari sekadar bakat mentah yang diperlukan di lingkungan kompetitif tingkat tinggi.

Kredit: EPICENTER

Dengan tambahan baru, Super, tepat di sebelum kualifikasi regional, mereka meningkat pesat selama turnamen tersebut hingga bisa mendapatkan tempat di TI.

Somnus juga menunjukkan penampilan luar biasa di keempat game Grand Final. Dia berhasil mengamankan 10+ kill dan maksimal tiga death di setiap game. Meski Somnus memiliki penampilan mengecewakan di beberapa pertandingan sebelumnya, tetapi ia membuktikan jika dirinya masih menjadi faktor krusial dalam tim dengan tampil apik dan membawa Elephant mengalahkan EHOME di laga puncak.

Dengan berakhirnya kualifikasi TI dan ditundanya turnamen tersebut hingga Oktober mendatang, Elephant memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan menyempurnakan kekuatan. Mampukah tim penuh bintang ini menjadi juara TI10 dan mengangkat Aegis of Champions?

BACA JUGA: Dota 2 TI10: Jadwal, hasil, klasemen, dan cara menonton turnamen