Kualifikasi Regional TI10 Eropa telah berakhir, dan OG berhasil bertahan sebagai tim terakhir yang mendapatkan satu tiket ke TI10 di Bucharest Oktober mendatang.

Setelah menjalani perjuangan panjang melewati delapan game di hari terakhir, mereka bergabung dengan 17 tim lainnya dalam perebutan hadiah utama DPC 2021; Aegis of Champions.

Pecahnya rekor Kuroky di kualifikasi TI10

Kredit: Valve

Kualifikasi Regional Eropa ditandai oleh dominasi mengejutkan dari Tundra Esports yang melaju tak terhentikan di Upper Bracket hingga sampai di laga Grand Final. Setelah hanya menjadi tim pemanis di kancah profesional sepanjang tahun 2021, Tundra berevolusi sebagai kuda hitam yang tak bisa diremehkan.

Pencapaian itu membuat dua mantan juara TI, Nigma dan OG, saling berhadapan di pertarungan hidup dan mati Final Lower Bracket. Duel ini berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk OG, hasil itu mengakhiri rekor kapten Team Nigma, Kuro “Kuroky” Salehi Takhasomi, yang sebelumnya selalu bisa lolos ke TI, sebuah rekor yang sempat ia pertahankan selama sepuluh tahun terakhir.

Meski kalah, Nigma tidak tunduk tanpa perlawanan, tengok saja aksi Amer “Miracle-” Al-Barkawi yang mampu melakukan Double Rampage di game pertama.



Pertarungan sengit di laga puncak

Dota 2 TI10
Kredit: Valve

Partai Grand Final juga tidak kalah sengit dan harus diselesaikan dengan game lima. Di pertandingan ini, Leon “Nine” Kirilin mengambil cheese pick core Winter Wyvern miliknya.

Beberapa minggu lalu di AniMajor, Wyvern adalah salah satu hero yang paling banyak dibicarakan karena potensi Heal-nya yang besar berkat buff item Holy Locket. Namun Nine mengubah sang hero menjadi mesin DPS yang menakutkan, ia bahkan mampu memberikan damage lebih besar daripada Zeus milik Topias “Topson” Taavitsainen di game ketiga.

Saat Wyvern dari Nine kembali muncul di game penentuan, para penonton menduga jika harapan OG telah dibekukan, terutama ketika Wyvern mampu melakukan solo kill terhadap Topson di awal permainan.

Namun carry baru OG, Sumail “SumaiL” Hassan, tetap fokus pada tugasnya dengan melakukan farm sebaik mungkin di safelane menggunakan hero Templar Assassin. Meskipun hero tersebut jarang bermain sebagai carry, Sumail membuktikan jika dirinya mampu melakukan apa yang tak bisa orang lain lakukan. Pada akhirnya ia berhasil membawa tim barunya untuk mengamankan satu tempat di TI10.

Kemungkinan terciptanya sejarah baru di kancah profesional Dota 2

OG, TI VIctory
Kredit: Valve

Bagi OG, ini akan menjadi kesempatan untuk menorehkan sejarah baru di dunia Dota 2. Mereka berpotensi untuk menjadi tim pertama yang bisa memenangkan gelar Internasional tiga kali berturut-turut.

Kiprah tim di TI kali ini juga mencerminkan kisah luar biasa mereka di TI8 OG, di mana Ceb dkk, yang mendatangkan dua pemain baru beberapa minggu sebelum kualifikasi, berhasil lolos ke The International dan bahkan memenangkan semuanya.

Meski bakal tampil dengan roster yang agak berbeda, OG tetap lah OG yang berkali-kali telah memberikan kejutan dengan melakukan apa yang orang lain pikir mustahil. Apakah menurut kalian OG mampu melanjutkan rekor ikonik mereka di The International?

BACA JUGA: Dota 2 TI10: Jadwal, hasil, klasemen, dan cara menonton turnamen