Di turnamen yang berpotensi akan menjadi turnamen LAN Dota 2 terakhir musim ini, Fnatic bertarung dengan Evil Geniuses (EG) memperebutkan satu tempat grand final.
Setelah saling menghancurkan dan berbagi angka, Fnatic tampil gemilang di game penentuan.
- Dikalahkan Alliance, langkah BOOM Esports di StarLadder ImbaTV Minor terhenti
- Perubahan playstyle jadi faktor utama keberhasilan BOOM Esports lolos ke StarLadder ImbaTV Minor
Di game pertama, Fnatic memilih support Axe yang berujung bencana untuk mereka. Namun setelah kekalahan itu, entah apa yang merasuki Fnatic, mereka bermain ganas dengan segala pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan mereka berhasil menang dengan strategi unik menempatkan Shadow Fiend di safe lane.
Tim Asia Tenggara ini selalu tunjukan peningkatan performa di setiap penampilannya. Iceiceice cs tampil mengecewakan di MDL Chengdu Major. Kemudian mereka tunjukan peningkatan di DreamLeague Leipzig Major.
Dan puncaknya di turnamen Dota Summit 12 ini, di mana mereka berhasil tembus grand final. Sayangnya Fnatic tidak bisa memanfaatkan momentum dan menampilkan permainan mereka di ESL Los Angeles Major yang sudah dikonfirmasi akan dibatalkan.
Fnatic tampil mengecewakan di The Internasional beberapa tahun belakangan ini, Namun dengan perkembangan mereka sekarang mungkin bisa merubah hal itu.
Mengalahkan EG, Fnatic berhasil tembus grand final. Sementara EG mendapatkan kesempatan kedua di Lower Bracket dengan menunggu pemenang pertandingan antara Team Liquid dan OG.Seed.
Partai puncak Dota Summit 12 akan digelar besok. Juara pertama akan membawa hadiah sebesar US$50.000 (Rp740 juta) sementara runner up mendapat hadiah sebesar US$25.000 (Rp370 juta).
BACA JUGA: Dreamocel buka-bukaan soal scene Dota 2 di Asia Tenggara
