Salah satu tim Dota 2 Asia Tenggara yang mendapatkan undangan langsung untuk tampil di ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational, Reality Rift, mengaku sangat berharap bisa berjumpa dengan Fnatic, jika timnya berhasil lolos ke main event.
Seperti diketahui bersama bahwa Reality Rift menjadi tim undangan untuk tampil di babak Kualifikasi Regional Malaysia untuk ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational yang akan digelar di Sunway Pyramid, Kuala Lumpur, pada 7-8 Maret 2020.
Reality Rift akan bersaing dengan tiga tim lainnya yang tampil setelah menjuarai kualifikasi terbuka di masing-masing negaranya, yaitu Cignal Ultra (Filipina), 496 Gaming (Vietnam), dan MS Chonburi (Thailand).
Kepada ONE Esports, pelatih kepala Reality Rift, Binh “Mikadzan” Nguyen, mengaku sangat senang timnya bisa diundang untuk mengikuti kualifikasi untuk ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational ini.
“Kami sangat akrab dengan tiga tim lainnya karena telah melakukan scrim menghadapi mereka semua berkali-kali. Namun, secara pribadi saya sudah tidak sabar untuk bermain menghadapi 496 Gaming karena bermain melawan mereka selalu sulit karena mereka sangat tidak bisa diprediksi,” kata Mikadzan kepada ONE Esports.
- Dota Summit 12 resmi digelar beberapa hari sebelum Los Angeles Major
- Dua pelatih tim Dota 2 mengecam format baru untuk DPC 2020-2021, terutama soal hadiah
Mikadzan juga mengungkapkan bahwa Reality Rift sangat serius dalam mempersiapkan tim untuk bisa lolos ke main event ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition pada 18-19 April 2020 itu.
“Kami mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen ini dengan cukup serius, terutama setelah kami gagal tampil di LA Major dan Kyiv Minor. Selain itu beberapa di antara kami juga hadir di gelaran ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational sebagai peserta dan kami sangat kagum. Jadi kami sangat ingin lolos ke Jakarta,” tutur Mikadzan.
Selain sangat berharap untuk bisa lolos ke main event ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational, Mikadzan pun mengungkapkan tim mana yang paling ingin ia hadapi di ajang tersebut.
“Jika kami berhasil sampai ke Jakarta, kami sangat ingin bermain menghadapi Fnatic. Meskipun kami berada di wilayah yang sama, kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermain melawan mereka,” ujar Mikadzan.
Menarik untuk dinantikan apakah harapan Mikadzan tersebut bisa terjadi di ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational atau akan terus menjadi angan mereka lebih lama lagi.
BACA JUGA: Valve perkenalkan sistem MMR Dota 2 yang baru
