Tahap grup WePlay! Bukovel Minor belum berakhir, namun Furia Esports dan Ninjas in Pyjamas sudah dipastikan tereliminasi dari acara Minor Dota 2 ini.

Kepulangan Furia Esports merupakan sebuah kewajaran mengingat lineup mereka terdiri dari bintang-bintang muda yang belum berpengalaman. Di sisi lain, kepulangan NiP memunculkan banyak pertanyaan.

Kemerosotan NiP bermula di turnamen The International 2019, di mana mereka hanya memenangkan tiga pertandingan saja sebelum akhirnya harus pulang lebih awal. Dan hingga saat ini, performa NiP belum kunjung membaik.

Sejauh ini, NiP sudah berhasil lolos kualifikasi Minor Dota 2. Mereka juga telah berhasil memenangkan satu seri dari dua turnamen LAN yang mereka ikuti.



NiP adalah salah satu organisasi paling bergengsi dalam esports. Skuad Dota 2 NiP diisi dua veteran paling terhormat di kancah Dota 2 Amerika Utara yaitu Peter “ppd” Dager dan Saahil “Universe” Arora. Melihat tim dengan roster memadai seperti ini, maka kurangnya konsistensi dari NiP jadi sebuah pertanyaan besar bagi para penggemar.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, NiP sudah berhasil amankan tiket menuju The International ketika DPC baru memasuki paruh kedua. Sementara kali ini, pasukan yang dipimpin Ppd masih kesulitan menemukan konsistensi mereka.

Ppd adalah dalang di balik salah satu periode paling dominan Evil Geniuses dalam sejarah mereka. Dia juga berhasil membawa OpTic Gaming menembus 8 besar TI8. Lalu mengapa Ppd tidak bisa menggunakan sihirnya untuk membawa NiP ke papan atas Dota 2?

Masih ada waktu bagi NiP untuk bangkit. Pergantian pemain atau boot camp mungkin bisa jadi solusi untuk membawa NiP kembali ke jalur juara.

BACA JUGA: Garter sebut satu sistem yang bisa merusak esports Dota 2