Melihat kembali ke dua tahun yang lalu. Banyak pihak mengatakan bahwa gelar OG pada The International (TI) Dota 2 2018 merupakan sebuah keberuntungan semata. Ada pula yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah sebuah keajaiban yang sangat tidak mungkin terjadi. OG menjuari TI Dota 2 2018 setelah mengalahkan tim PSG LGD dengan skor tipis 3-2.

Dalam perjalannya, OG tampil kurang konsisten pada tahap grup. Hanya meraih 9 poin membuat OG berada di posisi ke-4 pada grup A. Kemudian pada putaran eliminasi, OG kerap kali memenangkan pertandingan dengan selisih yang tipis.



Berbeda dengan rivalnya, PSG LGD yang tampil sangat dominan hingga pertandingan final. Oleh karena itu banyak pihak yang memprediksi bahwa PSG LGD akan tampil sebagai juara pada TI Dota 2 2018. Namun ternyata prediksi tersebut salah setelah OG mengalahkan PSG LGD dengan skor 3-2.

Setahun kemudian TI Dota 2 2019 berlangsung. Menyandang gelar sebagai juara bertahan, OG tampil impresif dan tak terkalahkan dengan 14 poin hingga keluar sebagai pemimpin klasemen grup B.

Pada putaran eliminasi, OG bermain dengan tempo yang cepat dan permainan agresif. Hal ini berbuah positif dan mengantarkan OG hingga partai puncak. Pada pertandingan Final OG bertemu mantan juara dunia lainnya yaitu tim Liquid. Partai final ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya dimana OG keluar sebagai juara dengan skor yang cukup telak 3-1. Hasil ini merupakan pembuktian OG bahwa mereka memang layak mendapat gelar tim Dota 2 terbaik dunia saat ini.

BACA JGUA: Epic Games segera hadirkan perbaiki frame-per-second di Fortnite besok