Setelah terjadi banyak perubahan yang dilakukan oleh Valve Corporation sebagai developer dan publisher Dota 2 melalui dua patch sebelum menggelar The International 2019 (TI9), tampaknya hal itu sedikit-banyak telah mengubah Most Effective Tactic Available (META) di level kompetitif.

Pada 15 dan 29 Juli 2019 lalu, Valve merilis dua patch terbaru untuk Dota 2. Di dalamnya berisi begitu banyak perubahan yang terjadi pada kemampuan puluhan hero yang ada.

Sejak peluncuran patch tersebut, TI9 menjadi ajang besar Dota 2 pertama yang dipertandingkan. Hasilnya, banyak perubahan pilihan hero dari para player papan atas dunia untuk menghadapi pertandingan mereka.

Salah satu hal yang paling mencolok adalah seringnya penggunaan hero Ogre Magi pada hari pertama Group Stage TI9, bahkan pada laga pembuka, di mana Samuel “boxi” Svahn dari Alliance menggunakan hero melee itu untuk menghadapi Team Secret.

Pada hari pertama Group Stage TI9, Ogre Magi sudah digunakan sebanyak 13 kali dengan winrate 62%. Meski demikin, jumlah itu masih di bawah Shadow Demon sebagai hero paling sering dipilih pemain sebanyak 17 kali dengan winrate 71%.

Belum diketahui apa yang menyebabkan para pemain Dota 2 di TI9 banyak yang memilih Ogre Magi sebagai pilihan mereka.

Jika melihat perubahan yang dilakukan, Ogre Magi mendapat buff pada patch 7.22e, di mana iamendapatkan peningkatan pada intelligence gain dari 2,3 menjadi 2,5 dan agility gain dari 1,6 menjadi 1,9.

Selain itu pada level 20, Ogre Magi juga mendapatkan peningkatan talent bloodlust attack speed dari +40 menjadi +60.

Alasan lain yang membuat Ogre Magi jadi sering tampil adalah karena menjadi finalis hero “Arcana”, sehingga para pemain memakai Ogre Magi sebagai bentuk dari dukungan mereka. Namun, alasan ini tentu teralu sepele dan sangat membahayakan bagi mereka dan tim.

Selain Ogre Magi, hero yang kemunculannya di TI9 terbilang cukup sering adalah Mirana.