J.Storm memperlihatkan bahwa mereka memang punya kualitas untuk bersaing. Hal ini langsung terbukti ketika juara Chengdu Major, TNC Predator dibuat kesulitan pada ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational.
Bermain pada hari pertama perhelatan, Selasa (17/12), Kedua tim berbagi poin 1-1.
- ONE Dota 2 WPI hari pertama: Secret hajar Virtus.pro 2-0
- Inilah jadwal lengkap ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational
Pada game pertama TNC sebenarnya membuat combo yan cukup mematikan pada duet Tiny-Wisp yang dipakai oleh Kim “Gabbi” Villafuerte dan Park “March” Tae-won. Belum lagi Armel Paul “Armel” Tabios memakai Viper.
Namun, J.Storm ternyata mampu memperlihatkan permainan apik. Push yang benar-benar keras dilakukan di midgame dengan keberadaan Lone Druid dan Shadow Fiend.
Laning phase TNC sebenarnya cukup baik dengan memaatikan Shadow Fiend, tapi J.Storm tetap mampu bermain sesuai irama yang diinginkan karena kill-kill krusial.
Tiny-Wisp milik TNC harusnya bisa bersinar di midgame, tapi J.Storm mampu menahan mereka. Sudah punya momentum, J.Storm mengambil game pertama dengan meyakinkan.
Pada game kedua, TNC benar-benar bangkit dan tampil dengan kepercayaan diri berbeda. Keberadaan Terrorblade yang dipakai Gabbi benar-benar membuat late game TNC jadi sangat sakit.
Belum lagi Puck dimainkan Armel sementara Omniknight juga muncul dalam draft.
J.Storm seharusnya tak memiliki masalah besar mengetahui mereka punya dua hero late macam Sven dan Zeus. Namun, TNC benar-benar tak mengalami kesulitan. Armel dan Gabbi unggul di lanenya masing-masing. Kemenangan diambil TNC sehingga kedudukan menjadi 1-1.
BACA JUGA: Tuan rumah Filipina tambah medali emas dari cabang Dota 2
