Jangan sekali-kali mengubah tim juara. Resep itu lagi-lagi mengantar OG menuju babak Grand Final.
Tim esports asal Benua Biru, OG, telah memastikan pijakan kaki mereka di Grand Final kompetisi prestisius Dota 2, The International 2019, yang digelar di Shanghai, Cina. OG menuju turnamen edisi tahun ini dengan status juara bertahan.
Pada The International 2018, OG tampil sebagai kampiun usai membekuk PSG.LGD di partai puncak. Kesuksesan OG menembus laga perebutan trofi juara dalam dua musim beruntun layak diapresiasi tinggi.
Apa resep keberhasilan mereka? OG punya skuat yang solid dan praktis tak berubah sejak menjadi juara tahun lalu.
Di ajang T19, OG masih digawangi oleh Johan “N0tail” Sundstein, Sebastien “7ckngMad” Debs, Jesse “JerAx” Vainikka, Anathan “ana” Pham, dan Topias “Topson” Taavitsainen.
Ujar-ujar lama yang menyebut pantang untuk mengubah tim juara benar-benar dipraktikkan oleh OG. Hasilnya terbukti tokcer.
Perjalanan OG menuju laga puncak T19 tergolong mulus. Mereka tampil sebagai yang teratas di Grup B dengan torehan 14 poin dan tak tersentuh sekali pun kekalahan.
Ketika turnamen beranjak ke bagan pemenang, alias Upper Bracket, OG menyikat Newbee 2-0, lalu Evil Geniuses 2-1. Kemenangan kembali diraih OG saat bertemu PSG.LGD (2-1) di laga pamungkas Upper Bracket dan mereka berhak meneruskan langkah ke Grand Final.
Sejarah pun dicatat oleh OG. Mereka menjadi tim pertama di ajang The International yang mampu menembus babak Grand Final dalam dua penyelenggaraan secara konsekutif dengan susunan skuat yang sama persis.