EPIC League telah berakhir. Setelah kita menyaksikan Alliance memenangkan partai puncak Divisi 2, tibalah waktunya untuk grand final Divisi 1 di mana OG berhadapan dengan Virtus Pro.

Meski perjalanan OG di fase penyisihan grup hampir sepenuhnya gagal, tim tersebut tetap berhasil lolos ke babak playoff dan mendominasi lower Bracket. Kehilangan hanya satu game di empat seri lower bracket, OG melaju ke grand final di mana mereka berharap untuk meraih gelar pertama mereka di tahun 2020.

Di sisi lain, Virtus Pro datang dengan roster yang pada dasarnya baru, eks-skuad VP.Prodigy. Mereka baru ditandatangani sebulan yang lalu setelah menunjukkan potensi dan kekuatan menjanjikan dengan mengalahkan beberapa tim terbesar di dunia.

Game menjadi pembantaian mutlak untuk VP karena mereka bisa menghancurkan OG di seluruh map dan tidak pernah membiarkan lawan mereka bernafas. Meskipun permainan tersebut berlangsung selama 42 menit, VP mencatatkan 47 kill, sementara OG nyaris tidak bisa mencetak dua digit kill.

Mengambil Morphling untuk Topias “Topson” Taavitsainen lagi di game kedua, OG tidak putus asa untuk membuat kombo Morphling Earth Spirit bekerja dengan baik, dan kali ini berhasil. Meskipun VP mampu membuat beberapa perlawanan dengan Vitalie “Save-” Melnic yang mencuri dan memanfaatkan Black Hole, tapi itu tidak cukup untuk menjatuhkan barisan OG dan seri tersebut menjadi imbang 1-1.



Game tiga menjadi pertunjukkan yang luar biasa dari OG saat mereka sekali lagi mengambil Morphling dan Earth Spirit untuk menghancurkan VP dengan cepat. Hanya butuh waktu 18 menit untuk menyelesaikan game dan OG berbalik unggul 2-1.

Terancam kalah, VP mulai mem-baning Morphling, memaksa OG untuk mengambil Ancient Apparition di mid karena VP memilih Ursa sebagai carry. Save lagi-lagi menunjukkan permainan indah dengan Rubick-nya dan memberikan kemenangan untuk VP serta memaksa pertandingan ditentukan di game kelima.

Pertempuran terakhir berlangsung sengit. Meskipun VP tampak memegang kendali, OG bukanlah tim yang mudah menyerah, mereka bisa menyeret permainan hingga lebih dari 40 menit. Namun, tanpa mendapatkan banyak kill, OG akhirnya menyerah.

Dengan hasil itu, Virtus.pro mendapatkan kemenangan grand final 3-2 yang sangat fantastis atas OG dan menjadi juara EPIC League.

BACA JUGA: Alliance juara divisi 2 EPIC League