Nigma, mantan roster Tim Liquid yang dipimpin oleh Kuro “KuroKy” Takhasomi, dan Team Secret berjuang melalui kualifikasi terbuka untuk mendapatkan tiga tempat yang tersedia di Dream League 13.
Di babak penyisihan grup semua berjalan persis seperti yang diprediksi oleh sebagian besar orang, dengan Liquid dan Nigma berhasil keluar dari Grup A sementara Secret dan Alliance menduduki puncak Grup B. Tetapi di babak play-off Nigma tampak sedikit goyah. Meski mengalahakan Ad Finem dan Singularitas, akhirnya Nigma dikalahkan oleh Liquid.
Kekalahan Nigma itu membuat pertandingan semifinal dari The International 2019 kembali terjadi di mana mereka akan berhadapan dengan Team Secret, tapi kali ini Secret yang unggul lebih awal. Game satu jadi permainan balas dendam untuk Lasse “MATUMBAMAN” Urpalainen, saat ia menghancurkan mantan kapten dan rekan satu timnya dalam pertandingan pertama yang dominan.
- 600 juta orang di dunia sudah download PUBGM
- Oddiepedia: Sikap yang jadi faktor kurangnya prestasi di tim Dota dari SEA
Di game kedua Kuro memilih Templar Assassin untuk Aliwi “w33” Omar, yang memungkinkan Nigma menyeimbangkan seri 1-1.
Sayangnya untuk Nigma, itu tidak cukup untuk menghentikan Secret sepenuhnya. Dengan Matu di Anti-Mage dan Michał “Nisha” Jankowski menggunakan Magnus, mereka mendominasi dan mengantarkan Secret untuk mengeliminasi Nigma dari turnamen pertama mereka sejak meninggalkan Liquid.
Satu tiket terakhir yang tersisa diperebutkan oleh Alliance dan Nigma, dan Raja dari Utara ini lebih dari siap untuk memenangkannya.
Di kedua pertandingan, Nigma memiliki keunggulan dalam fase early game. Namun di kedua game itu pula Alliance mampu lakukan comeback, dipimpin oleh Linus “Limmp” Blomdin, yang terus mengeksploitasi kelemahan strategi Kuro.
Dengan kekalahan ini, Nigma harus rela gagal lakukan debut di Dream League 13 Major.
BACA JUGA: Bigetron RA juara dunia, Babyla makin cinta dengan Ryzen