Kapten Natus Vincere (Na’Vi) Akbar “SoNNeikO” Butaev akan duduk di bangku untuk saat ini.
Hal ini disebabkan oleh hasil yang mengecewakan setelah kualifikasi MDL Chengdu Major hingga memicu “konflik pribadi” dalam tim.
CEO Na’Vi Yevhen Zolotarov mengungkapkan bahwa masalah telah muncul dalam tim sejak mereka terpuruk pada The International 2019 (TI9) di peringkat 13-16. Mereka tampaknya memilih untuk tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah mereka dan bangkit untuk musim berikutnya, terutama dengan kedatangan veteran offlaner Pavel “9pasha” Khvastunov dari Virtus.pro (VP) dalam perombakan pemain pasca-TI9.
Banyak yang berharap Na’Vi menjadi penantang dominasi VP di wilayah CIS, tetapi mereka hanya berhasil mencatat rekor 2-6 di babak penyisihan grup kualifikasi Major dan bahkan tidak lolos penyisihan Dota Summit 11 Minor.
- Outworld Devourer jadi hero yang paling sering diban saat turnamen Dota 2
- Gagal tekuk Alliance, Virtus.pro lolos ke play-off ESL ONE Hamburg 2019
“Kesulitan dalam pertandingan resmi memicu konflik pribadi yang pernah terjadi di masa lalu, dan semuanya hancur seperti rumah kartu,” kata Zolotarov dalam sebuah pernyataan.
Dengan SoNNeikO di bangku cadangan dan berkemnungkinan besar untuk pindah ke tim baru, Bakyt “W_Zayac” Emilzhanov akan mengambil alih posisi kapten Na’Vi, sementara saat tim mulai mencari pemain support posisi 5 yang baru.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Akbar dengan tulus setelah bertahun-tahun bersama Na’Vi, profesionalismenya, dan kesetiaannya. Saya berharap dia beruntung dan masih percaya bahwa kesuksesan telah menantinya,”kata Zolotarov.
CEO Na’Vi menambahkan bahwa tim akan menghindari semua aktivitas media untuk fokus pada persiapan kualifikasi DreamLeague Season 13 Major di Leipzig pada awal Desember.
Na’Vi juga diundang ke ONE Esports Dota 2 Invitational, yang berlangsung di Singapura pada 20-22 Desember ini.
BACA JUGA: Diablo IV bisa jadi kejutan Blizzar di BlizzCon 2019