Sidang antara antara Valve Corporation dan pengelola turnamen Global Electronic Sports Ltd. akan dilangsungkan pada hari ini di pengadilan tinggi Republik Singapura.

Dilansir dari DotEsports, Audiensi akan memutuskan aset apa yang dimiliki GESC untuk membayar hutangnya.



Valve menang dalam gugatannya terhadap GESC yang diajukan pada 8 April tahun lalu. Pengadilan memutuskan bahwa GESC harus menjalani pemeriksaan terhadap debitor penghakiman pada persidangan hari ini.

Dalam sidang ini, Valve dapat memutuskan apakah mereka puas dengan jawaban dan dokumentasi yang diberikan.

Jika Valve puas, GESC kemungkinan harus melunasi utangnya dengan memberikan aset yang ditentukan.

Namun jika Valve tidak puas, GESC harus mendeklarasikan dokumentasi pendukung di bawah sumpah dan melunasi utangnya. Bila GESC tidak menghadiri sidang ini, akan diambil tindakan hukum lebih lanjut, termasuk penahanan.

Sidang ini biasanya digunakan untuk menekan perusahaan untuk membayar hutang. GESC berhutang US$ 750.000 yang merupakan hadiah dari turnamen Dota 2 Minor GESC Indonesia dan Thailand pada bulan Maret dan Mei 2018.

BACA JUGA: OG Esports resmi perkenalkan Suma1L sebagai carry baru mereka