Dengan total pendapatan lebih dari US$7,4 juta (lebih dari Rp100 miliar) sebagai pemain profesional, Johan “N0tail” Sundstein adalah pemain esports berpenghasilan tertinggi di dunia hingga saat ini.

Setelah mendedikasikan keterampilan dan keahliannya sebagai pemain Dota 2 selama lebih dari satu dekade, N0tail dan timnya, OG Esports, berhasil meraih gelar juara turnamen paling bergengsi di Dota 2, The International, pada edisi 2018 dan 2019.

Pada titik ini, tidak ada keraguan bahwa ikon Dota 2 asal Denmark tersebut telah mendapatkan tiket menuju kehidupan yang baik. Kini, ia membeli sebuah mansion mewah dengan 17 kamar tidur yang luas di Lisbon, Portugal seharga US$2 juta atau sekitar RP28 miliar.

“Saat tumbuh dewasa, saya benar-benar ingin hidup di sekitar game, dan sekarang saya memiliki hal ini yang didedikasikan untuk game,” kata N0tail kepada BBC.

N0tail pindah dari Denmark untuk menikmati iklim Portugal yang lebih hangat setahun yang lalu, tetapi wabah COVID-19 pada 2020 telah memperlambat transisinya.

Namun, kondisi ini tidak menghentikannya dalam melengkapi gaming mansionnya itu dengan hal-hal penting. Meskipun renovasi dan perabotan belum selesai, perangkat keras gaming dan pengaturan internet berkecepatan tinggi semuanya telah aktif dan berjalan. Hal ini membuat OG dapat terus bersaing dari jarak jauh alias online.

Selain itu BBC juga menjelaskan asal mula minat N0tail untuk bermain game. Juara TI dua kali ini mengatakan bahwa minatnya pada video game datang sejak memainkan Nintendo Game Boy.

“Saya banyak bermain game. Saya pulang dari sekolah dan pada dasarnya bermain sampai malam (hingga jam 12), terkadang lebih. Selama akhir pekan, saya akan bermain selama 20 jam, jika bisa,” ujar N0tail.



Namun pada suatu masa saat masih remaja, keluarga N0tail sempat mengkhawatirkan dampak dari kebiasaan bermain gamenya di masa depan. Ia memutuskan untuk menjadi profesional saat masih berusia 16 tahun. Faktanya, pada usia 15 tahun, N0tail memulai karier bermainnya dengan roster Heroes of Newerth bersama Fnatic sebelum beralih ke Dota 2 beberapa bulan kemudian.

Kini N0tail mungkin teka tinggal di mansion mewah barunya, tetapi dia mengaku sangat merasakan dampak dari pandemi. Ia begitu merindukan turnamen offline dengan mengungkapkan apa perbedaannya.

“Saat Anda pergi ke stage besar dan ada banyak penonton, akan lebih mudah untuk merasa bahwa game ini sangat penting. Ketika ada banyak perhatian pada game ini, darah mulai mengalir dan adrenalin akan muncul,” tutur N0tail.

Saat ini, bisa dikatakan bahwa N0tail telah berada pada tahap akhir dari kariernya. Namun ia yakin bahwa dirinya masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan di scene Dota 2.

“Berapa lama lagi waktu yang tersisa? Saya pikir saya masih punya banyak waktu yang tersisa. Saya harus tetap menjadi muda, tetapi sekarang saya adalah salah satu yang paling tua [di tim]. Namun saya belum merasa tua sama sekali. Saya masih benar-benar merasa seperti berusia 20 tahun dan baru saja memulai karier,” ujar N0tail.

Untuk lebih mengetahui seperti apa wawancara lengkap dari BBC, simak video di bawah ini:

BACA JUGA: Dua tim invited awali DPC 2021: SEA dengan kekalahan