Ini adalah bagian dari seri “Menuju The Invitational”, tentang tim-tim yang berkompetisi di ONE Esports Dota 2 World Pro Invitational. Pada seri ini, kita menengok semua tim di DPC musim ini, performa mereka di TI9, perubahan roster, dan bagaimana mereka bersaing di turnamen ONE Esports 20-22 Desember di Singapore Indoor Stadium.

Gambit Esports sebenarnya adalah tim yang cukup familiar di region Dota 2 CIS (Commonwealth of Independent States). Tapi kiprah mereka di ranah internasional masih belum begitu menonjol.

Pada musim lalu mereka dianggap sebagai tim yang istimewa karena finis peringkat dua di tiga turnamen yakni The Bucharest Minor, ESL ONE Katowice 2019, dan StarLadder ImbaTV Dota 2 Minor Season 1.

Sayangnya, Gambit malah gagal ke The International 2019 karena tampil tak konsisten di kualifikasi region CIS-nya dan hanya finis peringkat kelima.

Pada DPC 2019-2020 ini, Gambit siap untuk unjuk kebolehan. Perubahan roster drastis diperlihatkan. Hanya kapten Artiom “fng” Barshack yang bertahan di skuat utama.



Andrey “Afoninje” Afonin dan Alexander “Immersion” Hmelevskoy hengkang. Sementara Nikita “Daxak” Kuzmin dan Vasily “Afterlife” Shiskin tergeser ke bangku cadangan.

Fng akan ditemani empat pemain baru. Tiga di antaranya terbilang player muda yakni Kiyalbek “dream” Tayirov, Danil “gpk” Skutin, dan Danial :XSvamp1Re” Alibaev. Sementara satu lainnya adalah offlaner senior CIS, Maxim “Shachlo” Abramovskikh.

Roster baru ini cukup menjanjikan. Mereka lolos ke MDL Chengdu setelah hanya kalah dua kali pada kualifikasi CIS. Mereka juga mampu menjadi runner-up ESL One Hamburg 2019 sebelum kalah dari TNC Predator. Saat itu mereka mengalahkan Vici Gaming dan Alliance.

Pembuktian kualitas benar-benar sedang mereka tunjukkan. Tak ayal Gambit bisa menjadi kejutan di ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational nanti.

BACA JUGA: Menuju The Invitational: Alliance datang bawa ancaman berarti