Upper Bracket MDL Chengdu Major mempertemukan Evil Geniuses yang masih coba mencari performa terbaiknya dengan tim asal Cina, Invictus Gaming.

Di game pertama EG menggunakan combo klasik Faceless Void dan Lich. Dengan strategi ini EG berhasil memenangkan game pertama. Artour “Arteezy” Babaev jadi peran utama atas kemenangan ini. Menggunakan Faceless Void, dia mendominasi jalannya pertandingan dengan catatkan 9 kill. 1 death, dan 6 assist.

Tidak seperti game pertama yang berjalan tidak seimbang, iG melakukan perlawanan sengit di game kedua. Meski kewalahan, iG mampu mengimbangi tempo cepat EG hingga fase late game. Namun tentu saja Life Stealer adalah salah satu hero terkuat di fase late game untuk saat ini. Artour “Arteezy” Babaev kembali jadi penentu dengan Life Stealer-nya. Dia memimpin raihan networth dengan 27.200 gold juga catatkan 14 kill, 4 death, dan 10 assist.



Selain Arteezy, Tal “Fly” Aizik juga berkontribusi banyak untuk kemenangan di game kedua ini. Menggunakan Sky Wrath Mage ia sukses porak porandakan barisan belakang iG dengan magical damage burst yang besar ciri khas hero ini.

Selanjutnya EG akan menantang VG yang sebelumnya sukses mengalahkan tim asal Amerika Utara, Fighting PandaS. Sementara iG harus rela turun ke lower bracket dan akan ditantang oleh Fnatic.

BACA JUGA: Bekerja sama dengan Star Wars, Fortnite hadirkan skin Stormtrooper