MDL Chengdu Major kian mendekati akhir kompetisinya. Kini hanya tersisa 5 tim yang berkesempatan menangkan Major pertama DPC musim ini. Di lower bracket salah satu favorit juara, EG, bertemu dengan tim kuda hitam Team Liquid.

Di game pertama Tal “Fly” Aizik tunjukan kapasitasnya sebagai kapten yang penuh dengan pengalaman. Fly berhasil melakukan draft yang mampu membungkam Alliance sepenuhnya. Mengandalkan dua hero dengan mobilitas tinggi yaitu Storm Spirit dan Night Stalker yang digunakan oleh Azel “Abed” Yusop dan Artour “Arteezy” Babaev, EG terus lakukan pick off dan menang dengan mudah.

Pada game kedua EG bermain lebih sabar dengan strategi yang mengandalkan Kunkha di garis depan. Strategi ini terbukti ampuh saat smoke gank yang dilakukan Liquid dua kali gagal menjatuhkan Kunkha yang digunakan Abed. Smoke gank yang gagal itu dimanfaatkan EG untuk balik menyerang. Arteezy yang menggunakan Faceless Void langsung melakukan inisiasi dengan Chronosphare untuk mengunci core hero dari Alliance.



Arteezy kembali jadi MVP di pertandingan ini. Menggunakan Faceless Void, ia berhasil catatkan 19 kill, 0 death, dan 10 assist. Sementara raihan networth dipimpin Abed dengan 23.100 gold.

Hasil ini membuat EG berhasil mengamankan posisi top 4. Sementara Liquid harus puas berakhir di posisi 5-6. EG akan bertemu pemenang dari pertandingan antara Invictus Gaming dan J.Storm yang akan berlangsung besok.

BACA JUGA: Kisah dibalik comeback Evos Legends melawan RRQ di grandfinal M1