iG jadi salah satu dari dua tim tuan rumah yang masih bertahan di MDL Chengdu Major. Kali ini iG ditantang tim dari Asia Tenggara, Fnatic.

Game pertama berjalan sempurna untuk Fnatic. Menggunakan Gyrocopter yang sedang berada di puncak meta, Nuengnara “23savage” Teeramahanon tunjukan kapasitasnya sebagai rising star. Raih pimpinan networth dengan 16.100 gold dan 14 kill. Game pertama berjalan sangat cepat untuk kemenangan Fnatic dalam durasi 22 menit.

Di game kedua giliran pemain muda dari iG menunjukan taringnya. Zhou “Emo” Yi libas perlawanan Fnatic menggunakan Ember Spirit. Zhou gunakan strategi Ember Spirit magical build yang sudah lama tidak digunakan di pertandingan profesional Dota 2, namun strategi ini terbukti ampuh ketika ia catatkan 14 kill, 2 death, dan 17 assist. iG menyudahi perlawanan Fnatic dengan skor akhir 42-15.



Fnatic memutuskan untuk bermain late game di game ketiga dengan mengambil Spectre di pick terakhirnya. Namun iG tidak tinggal diam, mereka melakukan counter pick Storm Spirit yang memiliki agresivitas tinggi. Strategi iG adalah menyelesaikan pertandingan dengan cepat sebelum Spectre bisa mengumpulkan gold untuk membuat core item. Pada menit 35 iG mampu mengunci kemenangannya setelah lagi=lagi Zhou bermain gemilang di mid lane.

Kemenangan ini membawa iG melaju di lower bracket. Sementara Fnatic harus rela tersingkir. Kekalahan Fnatic membuat TNC Predator jadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang masih tersisa.

BACA JUGA: Oddiepedia cabut sebagai caster Mobile Legends, resmi jadi manajer tim Dota 2 Fnatic