Organisasi esports Korea legendaris, T1, telah mendatangkan Park “March” Tae-won untuk menjadi pelatih kepala divisi Dota 2. Pria berusia 32 tahun itu bersatu kembali dengan mantan rekan setimnya di MVP Phoenix, Pyo “MP” No-a, dalam jajaran kepelatihan.

T1 berharap kedatangan March dan pengalaman hampir satu dekade dalam kompetisi Dota 2 beserta segala prestasinya akan membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan dalam proyek Dota 2 yang sedang krisis prestasi.

Sejak awal tahun, March aktif sebagai pemain dengan menjadi kapten TNC Predator dan menyumbangkan gelar Major pertama untuk tim tersebut, tepatnya saat mereka menjuarai MDL Chengdu Major. Tapi karena terjadi perbedaan pandangan, TNC melepaskan March dari roster mereka pada akhir September lalu.

Sebelum menjadi pemain TNC, March sudah pernah melatih beberapa tim, seperti Echo International yang berisi salah satu carry terbaik di dunia “ana” dan legenda Malaysia Wong “ChuaN” Hock Chuan. Ia juga pernah melatih Wind and Rain dan Fnatic.



Meski T1 memiliki segudang prestasi di kancah esports, perjalanan mereka di scene Dota 2 tidak begitu membanggakan. Di awal pembentukannya, tim tersebut membutuhkan waktu empat bulan untuk melengkapi roster yang berpusat di sekitar offlaner Korea, Lee “Forev” Sang-don.

Serangkaian hasil buruk membuat tim gagal lolos ke turnamen apa pun di Dota Pro Circuit musim ini, sampai akhirnya pandemi COVID-19 membuat panggung kompetitif terhenti. Sejak saat itu, roster tersebut telah mengalami beberapa kali perombakan namun masih belum berhasil mendapatkan gelar.

Kedatangan pemain kelas dunia dengan segudang pengalaman dan prestasi di kursi kepelatihan mungkin akan menjadi solusi dalam peliknya usaha T1 menorehkan prestasi di scene Dota 2.

BACA JUGA: 3 hero Dota 2 penghancur Spectre