Tim Dota 2 asal Amerika Utara, Demon Slayers, gagal menyelesaikan kisah Cinderella mereka yang luar biasa di DreamLeague Season 12 setelah di partai final harus dipaksa menyerah 2-3 dari Alliance.

Demon Slayers yang hanya finis di posisi ketiga atau terakhir Grup A DreamLeague Season 12, secara mengejutkan mampu tampil luar biasa di babak play-off.

Terdampar di lower bracket, Demon Slayers mampu melaju hingga babak grand final DreamLeague Season 12 dengan menyisihkan tim-tim seperti J.Storm (skor 2-1), Team Liquid (2-0), dan Ninjas in Pyjamas (2-1).

Perjalanan Demon Slayers di play-off DreamLeague Season 12 ini seakan menjadi kisah indah bak Cinderella, tetapi gagal berlanjut hingga dipersunting oleh sang pangeran karena di partai final mereka takluk dari Alliance dan gagal menjadi juara.



Alliance bersama trio inti terbaru mereka, yaitu Nikolay “Nikobaby” Nikolov, Linus “Limmp” Blomdin, dan Neta “33” Shapira, bersama Simon “Handsken” Haag dan Adrian “Fata” Trinks juga memiliki perjalanan yang tak kalah indah dari Demon Slayers.

Dalam pertandingan berformat best-of-five (BO5) tersebut, Demon Slayers sukses menyulitkan Alliance dengan menghadirkan pertarungan sengit dan menegangkan.

Bahkan, Demos Slayers bahkan sukses memenangi dua game pertama. Namun, Alliance sukses bangkit dan membalikkan keadaan dengan memenangi tiga game terakhir secara dramatis.

Hasil ini membuat Alliance berhasil meraih gelar pertama bersama para roster barunya berhak membawa pulang hadiah US$100.000 (lebih dari Rp1,4 miliar). Sementara Demon Slayers mendapatkan US$60.000 (sekitar Rp845 juta).

Berikutnya, Alliance akan bermain di ESL One Hamburg 2019 pada 25 Oktober mendatang untuk kembali membuktikan kemampuan serta mematangkan permainan sebelum tampil di MDL Chengdu Major pada November.

BACA JUGA: Akuisisi Gosu, Louvre tampil di Piala Dunia Mobile Legends, M1