Sejak IceFrog memperkenalkan item tier lima, banyak yang berharap untuk melihat kemunculan item ini di pertandingan profesional. Harapan itu pun terkabul di Game dua Grand Final WePlay! Bukovel Minor antara Royal Never Give Up dan Nigma dalam pertarungan panjang berdurasi 80 menit.
Awalnya RNG memegang kendali pertandingan dan berhasil hancurkan dua set barak Nigma. Tim Cina ini tampil inpresif dalam team-fight.
Mid laner RNG Gao “Setsu” Zhengxiong menampilkan permainan yang fantastis dengan menggunakan Queen of Pain. Namun overcommitted dive dari Setsu membuat Nigma berhasil balikan keadaan hingga hancurkan 3 set barak.
RNG dengan gigih bertahan menahan gempuran mega creep dan menyeret permainan ke menit 70, yang berarti item tier lima akan mulai muncul.
- Patch Dota 7.23f perbaiki masalah fluktuasi gold
- Jumlah pemain Dota 2 jatuh ke titik terendah sejak Januari 2014
RNG mendapatkan Apex dan Fallen Sky, sementara Nigma mendapatkan Stygian Desolator, Mirror Shield, dan Trident.
Item paling berpengaruh di pertandingan ini adalah Stygian Desolator yang dipegang Windranger w33. 100 damage dan 12 armor reduction dari item tersebut sangat meningkatkan potensi serangan w33, memungkinkannya untuk menghancurkan bangunan dan hero lawan dalam hitungan detik.
Meta Dota setelah Outlander Update terkesan berorientasi ke early game. Dengan dukungan experience dari outpost dan neutral item, para pemain kerap kali lakukan team-fight di fase early dan mid game.
Namun tim-tim di Bukovel Minor secara rutin mengambil strategi split push dan hero late game seperti Naga Siren dan Phantom Lancer. Hal ini memperlihatkan bahwa tim-tim profesional mulai mendapatkan kenyamanan gaya bermain di patch kali ini. Dengan demikian, mungkin item tier lima akan kembali muncul di pertandingan – pertandingan profesional berikutnya.
BACA JUGA: Garter sebut satu sistem yang bisa merusak esports Dota 2
