Langkah mengejutkan dilakukan oleh David Dashtoyan, CEO dan pendiri organisasi esports Amerika Utara, Forward Gaming. Pada Senin (21/7/2019), ia memutuskan untuk membubarkan Forward Gaming.

Keputusan ini dilakukan David Dashtoyan karena dirinya tak mampu membayar gaji karyawan. Selain itu ia juga mengaku memiliki banyak hutang yang belum bisa dibayarkan kepada para pemain.

“Mulai hari ini (21/7/2019, red), semua kontrak karyawan telah dihentikan dan pemain kami kini menjadi free agent,” tulis Dashtoyan dalam posting di Twitlonger.

“Saya harus menutup perusahaan dengan hutang yang masih belum terbayar kepada para pemain berjumlah total US$36.000 (lebih dari Rp500 juta) dalam bentuk uang hadiah dan gaji pemain untuk Juni 2019.”

Dashtoyan juga menyebutkan bahwa dirinya sudah membeberkan kondisi Forward Gaming kepada semua pemain dan mungkin akan menutup organisasi tepat setelah turnamen Dota 2 Epicenter Major.

Namun, hal tersebut tidak terjadi hingga Forward Gaming sukses merebut satu tempat di The International 2019 (TI9) via kualifikasi tertutup regional Amerika Utara yang didapat secara luar biasa.

Kondisi ini membuat masa depan Forward Gaming di TI9 yang akan segera digelar pada 15-25 Agustus 2019 di Mercedes-Benz Arena, Shanghai, Cina, itu menjadi sedikit diragukan.

Belum diketahui apakah dengan bubarnya Forward Gaming ini akan membuat mereka didiskualifikasi dari TI9 dan digantikan penghuni posisi kedua regional Amerika Utara, J.Storm, atau para pemain seperti Yawar “Yawar” Hassan, Quinn “CCnC” Callahan, Jingjun “Sneyking” Wu, Arif “MSS” Anwar, dan Johan “Pieliedie” Astrom akan bermain di bawah bendera lain.