Divisi Dota 2 milik BOOM Esports yang sukses lolos ke grand finals ESL Clash of Nations 2019 gagal merengkuh gelar juara setelah tak kuasa untuk mengatasi perlawanan sengit dari Team Adroit pada laga yang digelar di Royal Paragon Hall, Bangkok, Thailand, pada Minggu (27/10/2019).

Di partai puncak tersebut, BOOM Esports harus mengakui keunggulan Team Adroit dengan skor 1-2, meski sempat bangkit pada game kedua menghadapi tim yang berhasil lolos ke MDL Chengdu Major tersebut.

Di game pertama, BOOM Esports sebenarnya mampu mengungguli Team Adroit dalam hal kill dan net worth sebelum menit-menit akhir laga.

Petaka hadir bagi BOOM Esports setelah mereka gagal memenangi pertempuran terakhir yang membuat keadaan menjadi berbalik 180 derajat setelah kehilangan total enam hero pada pertempuran tersebut, di mana dua di antaranya telah melakukan buy back.

Kondisi pincang yang dialami BOOM Esports ini tak disia-siakan oleh Team Adroit untuk menekan midlane hingga sukses merebut kemenangan pada game pertama.



Pada game kedua, BOOM Esports tampil begitu mendominasi hingga tidak memberi kesempatan Team Adroit berkembang. Mereka hanya kehilangan dua tower dan mampu memporakporandakan pertahanan lawan untuk membuat skor kembali imbang.

Namun pada game ketiga, momentum kemenangan BOOM Esports tidak berlanjut. Dreamocel cs kesulitan untuk menekan Team Adroit yang memilih bermain aman.

Bagaimana tidak? Dalam laga yang berlangsung hampir satu jam lamanya itu, Team Adroit masih menyisakan tiga tower tier 3 dan satu tier 2, sementara seluruh bangunan yang dimiliki BOOM Esports seluruhnya hancur.

Hasil ini membuat BOOM Esports harus mengakui keunggulan wakil Filipina itu yang tampil di ESL Clash of Nations 2019 melalui jalur play-in.

Sebelum tampil di partai puncak, BOOM Esports pun sebenarnya sempat mengalahkan Team Adroit dengan skor 1-0 pada babak semifinal upper bracket.

BACA JUGA: Mobile Legends: Kemeriahan Play-Off MPL ID Season 4