Jika Evil Geniuses diberikan kesempatan untuk farming di seluruh map, maka hampir mustahil mengalahkan mereka dan itulah yang dialami Quincy Crew di partai puncak ESL One Los Angeles region Amerika Utara.

Dengan kemenangan ini, EG menuntaskan dendam pada satu-satunya tim yang bisa mengalahkan mereka di fase grup untuk medali emas meski mereka bermain dengan dua pemain pengganti.



Game pertama jadi panggung pertunjukan Arteezy dengan aksinya menggunakan Terrorblade yang mencatatkan KDA 9/0/6. Di sini tidak bermain gegabah dan hanya melakukan pick-off pada core hero lawan sambil perlahan menguasai map.

Setelah menang mudah di game pertama, EG bermain lebih agresif di game dua dengan support Mirana dan SnapFire untuk mendukung carry Naga Siren.

Midlaner Quincy Crew mampu menghindari pick-off lawan di early game, namun EG tetap konsisten dan beberapa kali berhasil menjatuhkan support lawan. Hal ini membuat Arteezy cs leluasa menguasai jalannya pertandingan dan menyudahi perlawanan Quincy Crew dengan total 40 kill.

Quincy Crew berhasil bangkit di game tiga dengan core Bristleback dan Void Spirit serta penampilan gemilang Biver yang menggunakan Phoenix. Sayangnya, penampilan solid Quincy Crew tidak berlanjut di game empat dan membiarkan EG kembali mendominasi sejak awal pertandingan.

Arteezy lagi-lagi tampil impresif dengan menggunakan Ursa, tekanan yang ia berikan membuat Quincy Crew kehilangan koordinasi tim sehingga akhirnya mereka menyerah dengan skor akhir 33-21.

Kemenangan EG menandai usainya gelaran ESL One Los Angeles di region Amerika Utara dan SEA, sementara region Amerika Selatan dan Cina akan segera melangsungkan partai puncak pada tanggal 4 dan 5 April.

BACA JUGA: Sukses menangi dua pertempuran sengit, BOOM Esports hantam Geek Fam di ESL One Los Angeles Online