Pertarungan perebutan slot Upper Bracket terakhir di grup D mempertemukan EG dan Liquid. EG keluar sebagai pemenang usai menang tipis atas tim Eropa.
Game pertama dimenangkan EG berkat kecerdikan sang kapten. Fly gunakan kombo klasik Naga Siren dan Disruptor untuk membungkam Alchemist dan Ember spirit.
- Tim Secret resmi berpisah dengan MidOne
- Kenny “Xepher” Deo: Pemain Dota 2 Indonesia tidak kalah gemilang dari pemain Eropa
Belajar dari game pertama, Liquid bermain dengan tempo tinggi di game kedua. Mengandalkan Lone Druid, strategi late game EG yang berpusat di Morphling berhasil dihancurkan dengan efisien.
Pertandingan pun harus dilanjutkan ke game ketiga. Venomancer dipilih oleh Liquid untuk menghancurkan safe lane EG. Liquid sempat unggul hingga fase mid game, namun superstar Filipina “Abed” berhasil pimpin rekannya untuk balikan keadaan. EG akhirnya keluar sebagai pemenang di pertandingan perebutan slot Upper Bracket.
Dengan kekalahan ini, rekor kemenangan 10 kali berturut-turut Liquid harus terhenti. Tim Eropa ini juga harus rela memulai fase play-off Leipzig Major di Lower Bracket.
BACA JUGA: Top 3 Midlaner Dota 2019
