Di tengah pro dan kontra mengenai format baru untuk Dota Pro Circuit (DPC) musim 2020-2021, dua pemain BOOM Esports, Randy Muhammad “Dreamocel” Sapoetra dan Rafli “Mikoto” Fathurahman, mengaku mendukung langkah yang diambil Valve tersebut.
Dukungan ini diungkapkan oleh Dreamocel dan Mikoto karena mereka percaya bahwa format ini dapat memunculkan tim-tim dan bintang baru di scene Dota 2, terutama dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Pada DPC 2020-2021, Valve telah menghapus turnamen minor dan tetap mempertahankan major event, tetapi hanya ada tiga sepanjang musim. Valve juga memberlakukan sistem promosi-degradasi pada setiap tier di masing-masing region.
Sejak pertama kali diumumkan, pro dan kontra mengenai format baru untuk DPC 2020-2021 terus mengalir, terutama dari tim-tim mapan di region Eropa. Mereka merasa dirugikan karena durasi kompetisi yang semakin panjang dan sedikitnya jumlah hadiah yang bisa didapatkan.
Jika ada pihak yang merasa dirugikan, di sisi lain tentu ada pula yang diuntungkan. Bagi Dreamocel dan Mikoto, format ini sangat menguntungkan, terutama bagi tim-tim dari Indonesia untuk bisa bangkit dan berkembang.
- Galeri foto: Kualifikasi Regional Indonesia ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational
- Valve resmi umumkan pembatalan turnamen minor dan major keempat pada DPC 2019-2020
Meski demikian, tentu hal ini tidak serta-merta bisa menguntungkan bagi semua tim di Indonesia, baik yang baru muncul atau yang sudah ada saat ini. Skill, latihan, dan kekompakan tim juga harus diperbaiki untuk bisa bersaing di level atas. Demi bisa mewujudkannya, kepada ONE Esports Dreamocel mengungkapkan beberapa hal penting yang harus dilakukan setiap tim.
“Kesampingkan ego kalian, dalam pembahasan tim tidak ada yang benar atau salah, sama-sama belajar, dan jangan cepat menyerah,” ucap Dreamocel di sela-sela Kualifikasi Regional Indonesia untuk ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational.

Hal yang tak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Mikoto. Ia pun menambahkan sangat gembira melihat reaksi tim-tim esports di Indonesia dengan adanya perubahan format untuk DPC 2020-2021.
“Saran saya bagi tim-tim baru adalah jangan terlalu mudah emosi dan menyerah. Saya juga cukup senang melihat ada banyak tim-tim baru, terutama RRQ yang kembali membentuk tim Dota 2 mereka,” ucap Mikoto kepada ONE Esports.

BACA JUGA: Terlalu perkasa! BOOM Esports juarai Kualifikasi Regional Indonesia dengan rekor sempurna
