Musim rank baru Dota 2 telah hadir dan membawa pembaharuan untuk simetri role dalam urutan rank dengan memisahkan core dan support rank.

Salah satu perubahan terbesar dalam update ini mengubah sistem matchmaking yang telah diperkenalkan pada awal Agustus 2019.

Valve Corporation sebagai developer Dota 2 lebih menekankan pada kesetaraan kemampuan dalam hal role di antara kedua tim untuk membentuk sebuah pertarungan ketimbang memprioritaskan penyebaran peringkat dan kriteria lainnya.



“Satu pengamatan besar yang kami miliki sejak update sebelumnya adalah pertandingan dengan role yang tidak selaras akan berdampak pada kualitas permainan,” kata Valve dalam posting-an blog.

“Contohnya, ketika mid-player di satu tim memiliki peringkat tertinggi di antara rekan-rekannya, sedangkan pemain dengan role sama di tim lainnya memiliki peringkat terendah. Hal ini cenderung menyebabkan game menjadi sangat fluktuatif dan tidak menyenangkan.”

Dengan meningkatnya prioritas peran dalam matchmaking, akan ada sebuah laporan peraturan draft kepada pemain yang tidak memainkan role-nya.

Laporan ini dapat dibuat selama draft dan awal-awal pertandingan yang akan digunakan oleh Valve untuk “menjadi lebih agresif dalam menghukum pemain yang menyalahgunakan sistem.”

Update ini juga akan membuat MMR seorang pemain, baik sebagai role core dan support, terpengaruhi oleh hasil di setiap pertandingan yang dimainkan.

Ketika seorang pemain meraih kemenangan atau kalah untuk salah satu jenis role, persentase MMR dari role lainnya juga akan terpengaruh.

“Memisahkan rank core dan support tampaknya bukan ide yang baik bagi. Kami akan kehilangan informasi berharga tentang seorang pemain yang akan membuat kami salah dalam mempromosikan ketika Anda memainkan role yang paling jarang digunakan,” tulis Valve.

BACA JUGA: Gemik sempat dihubungi untuk latih timnas Mobile Legends Indonesia