Bila ada yang bertanya apa tim DOTA 2 yang paling sukses saat ini, sebagian besar orang pasti setuju bila jawabannya OG. Tim ini berhasil raih lima gelar Major dan juga catatkan rekor sebagai satu-satunya tim yang berhasil melakukan back-to-back champion pada gelaran The International.

Dibalik kesuksesan OG tentunya ada banyak faktor yang mendukung raihan tersebut. Salah satunya adalah Sebastiens “Ceb” Debs yang merupakan pemain posisi offlaner OG. Selain dikenal sebagai pemain yang cemerlang, Ceb juga dikenal sebagai analis handal, bahkan sebagian orang menyebutnya Dota Nerd.

Awal karir pemain berkebangsaan Perancis ini dimulai ketika ia bergabung dengan Team Shakira di tahun 2011. Menduduki peringkat 4 di turnamen Dreamhack Winter 2011, seluruh roster Team Shakira kemudian dikontrak oleh Western Wolf, namun tim ini hanya bertahan selama 3 bulan karena ferforma yang tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan.

Setelah keluar dari Western Wolf, pemain ini kerap kali berganti tim dan tidak berhasil mendapatkan hasil yang memukau. Tercatat dari tahun 2011 hingga tahun 2015, Ceb sudah berganti tim sebanyak 15 kali.



Dari tahun 2015 hingga tahun 2016 Ceb tidak tampil dalam gelaran profesional dan hanya menjadi analis di beberapa turnamen Dota.

Akhirnya di tahun 2016 Ceb bergabung dengan OG sebagai pelatih. Bersama tim ini, pencapaian Ceb sebagai pelatih patut diapresiasi dengan mengantarkan OG meraih 4 gelar Major dalam kurun waktu dua tahun, hanya saja OG tidak mampu menunjukan kualitasnya pada turnamen dota terbesar, The International.

OG pun mengalami krisis terbesar pada tahun 2018 ketika dua pemainnya yaitu Fly dan S4 memutuskan untuk meninggalkan tim dan bergabung dengan EG. Disusul dengan kepergian Resolut1on yang semakin memperkeruh keadaan jelang gelaran The International. Tiga bulan tersisa sebelum dimulainya The International 2018. Dalam kurun waktu tersebut, OG harus mencari 3 pemain untuk mengisi kekosongan.

Ceb kemudian menggaet Topson, seorang pubstar yang tidak memiliki pengalaman di kancah profesional untuk mengisi posisi midlaner. Disusul dengan kembalinya Ana untuk mengisi posisi carry dan tempat terakhir diisi oleh Ceb sendiri dengan mengisi posisi offlaner.

Jajaran lineup ini terkesan dibentuk dengan terburu-buru dan tidak memiliki banyak harapan untuk bisa berbicara banyak dalam The International. Namun tim ini berhasil menyajikan penampilan diluar ekspektasi, hingga OG mengukuhkan dirinya sebagai juara The International 2018.

Kemampuan analisis Ceb kembali terbukti di gelaran The International Selanjutnya. Ceb menampilkan meta yang tidak bisa diantisipasi oleh semua kompetitornya dan dia berhasil membawa OG kembali meraih kemenangan sempurna dengan mendominasi seluruh rangkaian kompetisi The International 2019.

Hingga saat ini tidak ada lagi yang meragukan Ceb sebagai salah satu pemain dengan kemampuan analisis terbaik di dunia. Setiap tim yang berhadapan dengan OG harus berhadapan langsung dengan Ceb “The Dota Nerd”.

BACA JUGA: 31 juta orang di Indonesia main Mobile Legends